Di sisi lain, Nasaruddin Umar juga menyoroti tema Natal yang diusung oleh PGI dan KWI: ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’. Tema ini, baginya, sangat relevan. Ia melihat keluarga sebagai jantung kehidupan berbangsa, titik awal yang paling fundamental. Pemulihan di tingkat keluarga, klaimnya, akan memberi efek domino yang luas.
ujarnya.
Konteksnya jelas. Saat ini banyak keluarga yang masih tertekan oleh polarisasi, ekonomi yang tak menentu, dan tentu saja, dampak bencana yang baru saja terjadi. Dalam situasi seperti ini, rumah harus kembali menjadi ruang aman. Tempat berlindung untuk iman dan nilai-nilai kemanusiaan.
Itulah mengapa Kementerian Agama menempatkan penguatan ketahanan keluarga sebagai agenda strategis. Bukan sekadar soal mendidik anak, tapi lebih dari itu. Keluarga diharapkan bisa menjadi tempat pertama bagi penanaman moderasi, empati, dan tanggung jawab sosial.
pungkas Menag Nasaruddin Umar.
Artikel Terkait
Kemnaker Perintahkan Pengawasan Ketat untuk Tuntaskan Aduan THR
Justin Hubner: FIFA Series 2026 Ajang Pembuktian Kekuatan Timnas Indonesia
Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Akhir Pekan, Bakauheni Masih Lancar
Tim Damkar Bogor Evakuasi Biawak dari Plafon Dapur Warga