Lalu, soal biaya? Jumai bilang harganya nggak bisa dipukul rata. Semuanya tergantung tingkat kerusakan dan ini yang penting material radiatornya. Faktanya, nggak semua radiator bisa diperbaiki, lho.
“Kami lihat dulu bahan radiatornya. Kalau masih tembaga, seperti di mobil Kijang kapsul, itu masih bisa diperbaiki,” ujar Jumai.
“Tapi kalau aluminium, enggak bisa direparasi, harus ganti satu unit. Mobil-mobil sekarang kebanyakan sudah pakai radiator aluminium.”
Secara garis besar, untuk kerusakan ringan, servis bisa dimulai dari kisaran Rp 300 ribuan. Kalau kerusakannya sudah masuk kategori sedang, angkanya sekitar Rp 500 ribuan. Sementara untuk kerusakan berat, siapkan saja dana sekitar Rp 800 ribuan.
Menurut pengalamannya, biaya servis ini masih terhitung lebih terjangkau ketimbang harus ganti radiator baru, apalagi yang original. Dia bahkan punya cerita tentang penggantian radiator yang harganya bikin mata melotot.
“Radiator tembaga kalau diservis kisarannya Rp 300 ribu sampai Rp 800 ribu. Tapi kalau aluminium harus ganti unit, biasanya di atas Rp 1 jutaan,” tuturnya.
“Pernah juga ada pelanggan mobil Cherokee yang ganti radiator sampai sekitar Rp 5 juta.”
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp75.000, Buyback Melonjak Rp110.000
Aplikasi X Lumpuh Total, Ribuan Pengguna Global Terdampak
Harga Referensi Ekspor CPO Naik 5,5% Jadi USD989,63 per Ton
Dua Bocah Berblangkon Deg-degan Saat Serahkan Bunga untuk Presiden Prabowo di Seoul