INET dan WIFI Perluas Kolaborasi ke Layanan Tetap Nirkabel

- Rabu, 01 April 2026 | 09:45 WIB
INET dan WIFI Perluas Kolaborasi ke Layanan Tetap Nirkabel

Jakarta - Ada pergerakan menarik di belakang layar antara dua emiten teknologi. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) baru saja mengubah pola kolaborasinya dengan anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Intinya, kerja sama mereka kini diperluas, tak cuma menyentuh bisnis Fiber to the Home (FTTH) tapi juga merambah ke layanan Fixed Wireless Access atau FWA.

Menurut Sekretaris Perusahaan INET, Arki Rifazka, ini soal penyesuaian struktur kerja sama layanan IP Transit. Kalau dulu kolaborasi berjalan di level anak perusahaan, sekarang naik ke level induk. Tujuannya jelas: menjangkau pasar yang lebih luas.

"Struktur kerja sama pada level entitas induk ini memungkinkan cakupan pemanfaatan layanan yang lebih luas pada unit-unit usaha di bawahnya," jelas Arki, Selasa (31/3/2026).

Dia memaparkan, sebelumnya kerja sama hanya terbatas dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Nah, sekarang fokusnya dialihkan ke induknya, yaitu PT Jaringan Infra Andalan (JIA) yang ada di bawah WIFI. Dengan JIA memegang kendali atas bisnis FTTH lewat IJE dan juga lini FWA melalui entitas seperti Telemedia, ruang geraknya jadi lebih besar.

“Jika sebelumnya hanya terbatas pada FTTH, kini berkembang menjadi lebih lengkap dengan mencakup kebutuhan bandwidth untuk layanan FTTH dan FWA,” tambahnya.

Lantas, bagaimana implementasinya? Ternyata, ada beberapa langkah administratif yang sudah dijalankan. Pertama, INET dan IJE sepakat membatalkan perjanjian infrastruktur kabel fiber optik tahun 2025 pada 2 Januari lalu. Karena pembatalan itu, INET pun mendapat kembali uang jaminan penuh senilai Rp61 miliar hanya empat hari kemudian.

Tak berhenti di situ. Di sisi lain, layanan PFI-IJE juga diakhiri. Entitas anak INET, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), menghentikan perjanjian layanan IP Transit dengan IJE pada Februari 2026. PFI kemudian mengembalikan uang muka sebesar Rp48,51 miliar di tanggal 23 di bulan yang sama.

Namun begitu, ini bukan akhir dari kerja sama. Justru di saat yang hampir bersamaan, tepatnya 6 Februari 2026, PFI malah menandatangani addendum perjanjian baru dengan JIA. Nilai uang jaminan dalam kesepakatan segar ini melonjak jadi Rp269,23 miliar.

Manajemen INET bersikeras bahwa semua transaksi ini jangan dilihat sebagai pemutusan hubungan. Ini murni penyesuaian struktur dan hubungan kontraktual belaka. Mereka ingin memperkuat posisi INET sebagai pemasok bandwidth utama bagi seluruh grup usaha di bawah JIA, termasuk tentunya entitas-entitas WIFI.

Perubahan ini, menurut mereka, didasarkan pada pertimbangan bisnis dan operasional semata. Harapannya, dengan ekosistem JIA yang lebih luas, langkah ini bisa memberi nilai tambah komersial yang signifikan buat perseroan ke depannya.

Arki juga mengimbau para pemangku kepentingan dan investor. Untuk mendapatkan gambaran utuh dan akurat, sebaiknya merujuk langsung ke dokumen laporan keuangan resmi yang telah dipublikasikan.

Disclaimer: Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Media ini tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar