Lantas, apa motif di balik aksi yang sempat bikin resah ini? Rupanya, isi ancaman itu penuh dengan kekesalan. Sang pengirim menyampaikan amarahnya terhadap kualitas pendidikan dan juga pelayanan kepolisian di Kota Depok. Ia merasa tidak didengar.
Dalam email ancamannya, tertulis kasar dan penuh emosi:
“Sekolah se-Kota Depok yang terima email gua, gua bakal teror bom sama culik, bunuh, tebar narkoba ke semua sekolah yang terima email ini waktu yang lo semua tunggu saja, anak-anak didik lu semua jadi korban,’’
‘’Gua benci sama pendidikan di Depok, enggak terima polisi enggak adil, gak tanggapin laporan polisi gua karena gua diperkosa dan cowok yang perkosa gua gak tanggung jawab nikahin gua. Gua gak takut sama apa yang akan gua lakukan dengan nama almet-almet gua.”
Dari kutipan itu, alasan personal yang mendalam tampak jelas. Aksi ancamannya, meski salah dan tentu saja melanggar hukum, berakar dari rasa frustrasi yang memuncak karena merasa korban ketidakadilan.
Artikel Terkait
KPK Catat 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN Jelang Batas Akhir
Arus Balik Lebaran 2026 Masih Padat, Kedatangan di Stasiun Jakarta Capai 52.896 Penumpang
KPK: 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN, Batas Akhir 31 Maret 2026
Upaya Pencurian Motor Gagal di Kos Makassar Berkat Kehadiran Pemilik