BI Optimistis Kredit Tembus 8 Persen, Tapi Permintaan Masih Lesu

- Selasa, 23 Desember 2025 | 01:30 WIB
BI Optimistis Kredit Tembus 8 Persen, Tapi Permintaan Masih Lesu

Optimisme masih mengemuka di Bank Indonesia. Meski angin tak selalu searah, bank sentral memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan bisa menembus angka di atas 8 persen menjelang akhir tahun depan, 2025.

Kalau dilihat dari data terkini, ekspansi kredit memang belum sekuat tahun lalu. Tapi ada secercah harapan. Tren peningkatan mulai terlihat sejak November.

Dalam Taklimat Media BI, Senin (22/12/2025), Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, mengaku optimistis momentum akhir tahun akan mendorong angka tersebut mendekati target.

“Sekarang tumbuh per November 7,74 persen, mudah-mudahan Insya Allah di Desember akhir tahun bisa di atas 8 persen sebagaimana target BI,” ujar Solikin.

Menurutnya, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. “Kreditnya memang tidak sekuat tahun lalu banyak faktor tentunya,” lanjutnya.

“Kalau kita bicara kredit ya ekonominya memang masih perlu dorongan lagi. Atau mungkin nanti kita lihat faktor-faktor dari sisi demand maupun supply yang memengaruhi kredit yang tumbuh yang tidak sekuat tahun lalu, tapi sudah tumbuh bagus.”

Di sisi lain, fakta di lapangan agak kompleks. Likuiditas bank sebenarnya melimpah ruah. Tapi, permintaan kredit dari pelaku usaha belum sepenuhnya bangkit. Rupanya, banyak yang masih bersikap wait and see, menunggu kepastian kondisi ekonomi global dan domestik.

Faktor lain ikut bermain. Korporasi cenderung memanfaatkan kas internal untuk pembiayaan, ketimbang mengajukan pinjaman baru. Belum lagi, penurunan suku bunga kredit dari perbankan sendiri dinilai masih berjalan lambat, tidak cukup menggigit.

Data BI pun mengungkap fenomena menarik: ada “pinjaman menganggur” atau undisbursed loan yang jumlahnya fantastis. Hingga November 2025, fasilitas pinjaman yang belum dicairkan membengkak sampai Rp2.509,4 triliun. Angka itu setara dengan 23,18 persen dari total plafon kredit yang tersedia.

Nah, dari sisi perbankan atau supply, sebenarnya tidak ada masalah. Kapasitas mereka sangat memadai. Ini tercermin dari Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang naik ke 29,67 persen. Dana masyarakat di bank (DPK) juga tumbuh kuat, mencapai 12,03 persen secara tahunan.

Dengan kata lain, ruang untuk menyalurkan kredit itu sangat luas. Tinggal tunggu permintaan dari sektor riil benar-benar bergerak. Momentum di sisa bulan Desember ini jadi kunci.

Jadi, semua mata kini tertuju pada dinamika terakhir tahun ini. Akankah proyeksi optimistis BI itu terwujud?

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar