Momen liburan Natal dan Tahun Baru selalu jadi saat yang ditunggu untuk pulang kampung. Banyak yang memilih bawa mobil pribadi, dan tahun ini ada kabar gembira buat mereka: tarif tol Trans Jawa dapat potongan harga.
Diskonnya bervariasi, mulai dari 10 sampai 20 persen. Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, langkah ini diharapkan bisa sedikit menggerakkan ekonomi di tengah momen Nataru.
"Ini kan berdampak sekali kepada rekan-rekan kita yang mau berlibur," ujarnya dalam sebuah kesempatan di Jakarta Selatan.
"Di samping kemudian untuk meningkatkan kondisi perekonomian yang memang sedang tidak baik-baik saja," tambahnya.
Nah, soal waktunya, diskon umumnya berlaku cuma tiga hari: tanggal 22, 23, dan 31 Desember 2025. Tapi ada beberapa ruas yang jadwalnya beda. Misalnya, Becakayu diskonnya sampai 13 Desember. Sementara untuk ruas Manado-Bitung dan Krian-Legundi-Bunder, masa potongan harganya lebih panjang, sampai 10 Januari tahun depan.
Mau Tahu Ruas Mana Saja yang Kena Diskon?
Berikut daftarnya. Kebanyakan dapat potongan 20%, tapi beberapa cuma 10%. Yang unik, Krian-Legundi-Bunder dapat diskon 11,11 persen.
- Tol Becakayu (20 persen dynamic pricing)
- Kelapa Gading-Pulogebang (20 persen)
- Jakarta-Cikampek (20 persen)
- Japek Elevated atau MBZ (20 persen)
- Cikampek-Palimanan (20 persen)
- Palimanan-Kanci (20 persen)
- Kanci-Pejagan (10 persen)
- Pejagan-Pemalang (10 persen)
- Pemalang-Batang (10 persen)
- Batang-Semarang (20 persen)
- Semarang ABC (20 persen)
- Cisumdawu (20 persen)
- Krian-Legundi-Bunder (11,11 persen)
Kira-kira Berapa Pengeluarannya?
Sebagai gambaran, ini estimasi tarif untuk perjalanan jauh di ruas utama selama periode diskon. Bandingkan dengan harga normalnya, lumayan juga selisihnya.
Artikel Terkait
Trump Ragukan Kepemimpinan Nyata di Iran, Pertanyakan Keberadaan Putra Khamenei
Raksasa Teknologi Siapkan Rp12.000 Triliun untuk Perang Infrastruktur AI
ASDP Siapkan Kapal Khusus Motor untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bakauheni
China Batasi Kenaikan BBM Meski Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah