Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan hari Senin. Pergerakan IHSG hari ini menjadi sorotan utama investor setelah pada penutupan pekan lalu, Jumat, indeks tercatat terkoreksi tipis 0,25 persen ke level 8.163. Meski terkoreksi, IHSG berhasil bertahan di atas level support kunci, yaitu garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).
Analis dari Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa pasar saham Indonesia sedang menunggu sejumlah rilis data ekonomi domestik serta pengumuman hasil review indeks MSCI yang dijadwalkan pada pekan ini. Faktor-faktor ini diperkirakan akan menjadi katalis utama pergerakan IHSG.
"Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada pekan lalu. Government shutdown yang masih berlangsung membuat data ekonomi AS yang dirilis terbatas," tulis Phintraco Sekuritas dalam laporan risetnya.
Phintraco menambahkan bahwa perhatian investor global akan tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat, seperti ADP Employment, ISM PMI, dan Michigan Consumer Sentiment Index. Sementara dari kawasan Eropa, Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan moneter pekan ini.
Katalis penting lainnya adalah pengumuman hasil review indeks MSCI November 2025 yang dijadwalkan pada 5 November. Dari dalam negeri, kalender ekonomi juga cukup padat dengan rilis data PMI manufaktur, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025, serta laporan cadangan devisa.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi di kisaran 8.000–8.280 pekan ini," tulis Phintraco Sekuritas. Rekomendasi saham dari analis mereka meliputi TLKM, LSIP, INCO, DEWA, PSAB, dan SMGR.
Di sisi lain, analis MNC Sekuritas menilai bahwa tekanan jual yang muncul pada akhir pekan lalu masih terbatas, didukung oleh kemampuan IHSG untuk bertahan di atas level MA20.
"Best case (hitam), IHSG sedang berada di awal wave (iii) dari wave [iii] sehingga IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya. Adapun area penguatan terdekat berada di 8.268–8.354," jelas MNC Sekuritas dalam risetnya.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di 8.144 dan 8.042, sementara level resistance berada di 8.269 dan 8.365.
Untuk trading saham individu, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi strategi sebagai berikut:
- BRMS – Buy on Weakness di 895–915 dengan target harga 950–1.005 dan stoploss di bawah 880.
- ISAT – Buy on Weakness di 1.690–1.795 dengan target 1.970–2.100 dan stoploss di bawah 1.615.
- PANI – Buy on Weakness di 13.550–14.025 dengan target 14.600–15.450 dan stoploss di bawah 13.100.
- SSMS – Sell on Strength di 1.635–1.665 dengan potensi koreksi ke area 1.455–1.550.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual instrumen investasi tertentu.
Artikel Terkait
16 Emiten Gelontorkan Rp15,39 Triliun untuk Buyback Saham
Harga Emas Pegadaian Naik Lagi, Galeri24 dan UBS Tembus Rp2,9 Jutaan per Gram
Indospring Ekspansi Ekspor ke Pasar Timur Tengah
PT Adhi Kartiko Pratama Ambil Pinjaman Rp100 Miliar dari Bank UOB