“Semua upaya ini dilakukan, dalam rangka pelayanan kepada masyarakat, sehingga di Masa Nataru ini, bisa membawa kedamaian bagi mereka yang merayakan,” harap Bahlil.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memaparkan langkah-langkah teknis yang disiapkan. Pertamina tak hanya mengandalkan stok. Mereka menghadirkan layanan khusus, termasuk pengantaran BBM dan LPG menggunakan motor di titik-titik strategis. Bahkan, ada armada tangki yang disiagakan penuh di SPBU.
“Pertamina juga memiliki layanan-layanan lain, untuk masyarakat yang akan melaksakana aktivitas di periode Nataru, di antaranya adalah Serambi MyPertamina, yang tersedia di beberapa titik SPBU, sehingga para pengemudi bisa mampir untuk istirahat ataupun menikmati layanan lainnya,” kata Simon.
Sebenarnya, persiapan ini sudah dimulai sejak pertengahan November lalu. Satuan Tugas Nataru Pertamia telah diaktifkan dari 13 November 2025 dan akan beroperasi hingga pertengahan Januari 2026. Ini adalah bentuk komitmen mereka untuk melayani di momen liburan panjang.
Di balik semua persiapan operasional ini, Pertamina juga terus menggaungkan komitmennya pada transisi energi dan target Net Zero Emission 2060. Prinsip-prinsip ESG dijalankan dalam setiap lini bisnisnya, beriringan dengan upaya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Intinya, mereka ingin memastikan pasokan energi hari ini, tanpa mengabaikan tanggung jawab untuk masa depan.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali untuk Kapal Musuh
Sampah dan Hujan Deras Picu Banjir di Tol Jagorawi Saat Arus Mudik
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Regional Balas Ultimatum Trump