Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan. Kali ini, untuk gelombang tinggi yang diprediksi bakal menerjang sejumlah perairan Indonesia mulai hari ini, 21 Desember, hingga tiga hari ke depan. Situasinya perlu diwaspadai.
Pemicunya, menurut analisis BMKG, adalah Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau berkeliaran di Samudra Hindia, tepatnya sebelah selatan Jawa Barat. Kehadiran si bibit siklon ini berpotensi mengacak-acak kecepatan angin dan tentu saja, mendongkrak ketinggian ombak.
“Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot,”
Begitu bunyi keterangan resmi BMKG yang dirilis Minggu (21/12/2025). Mereka mencatat, angin terkuat terasa di sekitar Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu hingga Lampung, plus Laut Natuna Utara.
Nah, kondisi itu akhirnya memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang kemungkinan merasakan imbasnya cukup banyak. Mulai dari Samudra Hindia barat Aceh, Mentawai, sampai Lampung. Lalu juga di selatan Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Tak cuma di sana. Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar selatan, Laut Flores, dan perairan di sekitar Maluku serta Papua juga masuk dalam daftar waspada. Bahkan untuk Laut Natuna Utara, situasinya lebih serius. BMKG memprediksi gelombang di sana bisa mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter – kategori sangat tinggi.
Dengan kondisi laut seperti ini, risiko untuk keselamatan pelayaran jelas meningkat. BMKG pun mengimbau keras, terutama pada para nelayan dan operator kapal. Mereka yang menggunakan perahu nelayan diminta ekstra hati-hati jika angin lebih dari 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter.
Imbauan serupa berlaku untuk kapal tongkang, ferry, hingga kapal besar seperti kargo dan pesiar. Masing-masing ada ambang batas kecepatan angin dan ketinggian gelombang yang harus jadi patokan untuk tidak melaut.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,”
Pesan itu ditegaskan BMKG. Intinya, bagi siapa pun yang hendak berurusan dengan laut dalam beberapa hari ini, bersiaplah dan pantau terus perkembangan informasi. Cuaca sedang tidak bersahabat.
Artikel Terkait
Trump Ancam Iran dengan Konsekuensi Berat Jika Lanjutkan Program Nuklir
Wamen ESDM: Transisi Energi Buka Peluang Investasi Rp1.680 Triliun dan 760 Ribu Lapangan Kerja
Pertamina Lakukan Rotasi Direksi, Mega Satria Jabat Direktur Keuangan
Satgas: 5.039 Huntara Telah Dibangun, Huntap Masih Tahap Awal