Sabtu lalu di Serang, suasana terasa berbeda bagi Sanah Maimunah. Perempuan 37 tahun yang biasa menghabiskan hari-harinya berjualan kopi keliling itu, akhirnya memegang kunci rumahnya sendiri. Rumah itu diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara serah terima massal.
Kehidupan Sanah memang sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan gerobak kopinya. Mimpi punya rumah? Itu hal yang rasanya mustahil. Penghasilannya tak menentu, dan statusnya sebagai pekerja informal kerap jadi penghalang besar.
"Saya Sanah Maimunah pekerjaan saya sebagai pedagang kopi keliling. Sebelumnya saya tinggal bersama orang tua,"
Ucapnya usai acara akad massal KPR FLPP itu. Raut wajahnya masih terlihat tak percaya.
Baginya, semua ini seperti mimpi. Momen yang paling membekas justru saat ia bisa bersalaman dengan Presiden. "Sungguh tidak terduga ya, perasaannya sangat senang sekali bisa langsung bertemu dengan orang nomor satu di negara ini,”
Kenang Sanah tentang detik-detik itu.
Menurut Sanah, program seperti inilah yang benar-benar dibutuhkan. Bukan cuma untuk dirinya, tapi untuk banyak orang kecil lain yang nasibnya mirip. Mereka yang tak punya slip gaji bulanan, yang akses ke bank saja sulit. Program subsidi ini, dalam pandangannya, benar-benar menyentuh akar persoalan.
"Kalau menurut saya tanggapannya sangat bagus ya, karena bisa membantu orang-orang yang istilahnya tidak mempunyai (slip) gaji, kemudian bisa memiliki rumah,"
Artikel Terkait
Pramono Anung Beri Sinyal Tegas: Spanduk Parpol Izin Habis Langsung Ditertibkan
SKK Migas Pacu 39 Sumur Potensial untuk Kejar Target Produksi Minyak
KPK Gelar Dua OTT dalam Sehari: Banjarmasin dan Jakarta Jadi Sasaran
Prabowo Panggil Eks-Menlu Bahas Strategi di Tengah Gejolak Global