Keadaan di Aceh Tamiang masih cukup memprihatinkan. Pasca banjir bandang dan tanah longsor melanda, banyak warga yang kini kesulitan mendapatkan air bersih. Darurat air ini membuat aktivitas sehari-hari lumpuh. Nah, untuk mengatasinya, upaya pembuatan sumur bor kini digenjot habis-habisan.
Polri, seperti diinstruksikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memang jadi ujung tombak pemulihan. Mereka tak cuma datang lalu pergi. Upayanya berkelanjutan, fokus pada solusi yang langsung terasa oleh masyarakat.
Kombes Erdi, Kabag Penum Divisi Humas Polri, memaparkan perkembangan terbaru. Menurutnya, di hari ketiga operasi ini, ada tujuh titik yang jadi prioritas penggalian.
“Hingga hari ini, jajaran Polri terus melakukan koordinasi, monitoring, serta analisa dan evaluasi (anev) secara intensif di Posko Polri untuk memastikan penggalian dan pengoperasian sumur bor berjalan tepat sasaran dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat,”
Ujarnya, Sabtu (20/12/2025). Titik-titik itu tersebar di beberapa lokasi krusial. Sebut saja Masjid Miftahul Jannah di Desa Payah Rahat, atau Masjid Nurul Iman di Kampung Tanjung Seumantoh. Bahkan sebuah sekolah, SD Suka Mulia Paya Raja, juga termasuk dalam daftar prioritas. Intinya, tempat-tempat dimana orang berkumpul dan kebutuhan airnya sangat besar.
Dan hasilnya mulai kelihatan. Erdi menambahkan, total sudah 24 sumur bor Polri yang aktif dan langsung dimanfaatkan warga. “Terutama di wilayah dengan kebutuhan air bersih paling mendesak,” tambahnya. Angka itu tentu belum final. Targetnya jauh lebih besar, mengingat Kapolri sebelumnya memerintahkan pembangunan 209 sumur bor khusus di Aceh Tamiang. Itu bagian dari program lebih luas: 338 fasilitas sumur bor di seluruh Aceh.
Namun begitu, bantuan tak berhenti di air bersih saja. Polri juga membangun fasilitas sanitasi. Di Aceh Tamiang sendiri, sudah didirikan 15 unit MCK. Ada juga 4 unit di wilayah Sumatera lainnya. Fasilitas mandi, cuci, kakus ini penting banget. Selain memulihkan martabat warga, juga untuk mencegah munculnya penyakit-penyakit yang rawan muncul pasca bencana.
Langkah-langkah konkret ini, meski mungkin terlihat sederhana, punya dampak besar. Ia bukan sekadar angka laporan. Tapi upaya nyata menghadirkan negara di tengah kesulitan warga. Komitmen untuk memastikan bantuan darurat itu benar-benar dirasakan, dan membantu masyarakat bangkit perlahan dari keterpurukan.
Artikel Terkait
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak
Prabowo Penuhi Undangan Macron ke Paris, Kunjungan yang Sempat Tertunda Kini Terlaksana
Penjualan Tiket Pelni Tembus 39.797 Selama Libur Iduladha, Bau-Bau dan Makassar Jadi Rute Favorit
Ekonom: Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Monopoli Birokrasi Baru