Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka suara soal pemadaman listrik yang masih melanda beberapa wilayah di Aceh. Menurutnya, masalah utamanya bukan pada pembangkit listrik, melainkan infrastruktur pendistribusian yang masih amburadul pascabencana.
Hal ini ia sampaikan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat lalu. Bahlil menyebut setidaknya empat kabupaten yang masih gelap gulita, dengan tingkat penyalaan listrik di bawah 50 persen. Keempatnya adalah Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
"Ini terjadi bukan karena mesin listriknya, bukan karena power plant-nya yang tidak bisa tersupplai," tegas Bahlil.
"Tetapi terjadi karena infrastruktur kita yang belum terselesaikan di lapangan untuk tegangan rendah."
Di sisi lain, kondisi lapangan memang masih sangat sulit. Jalan-jalan yang baru dibangun belum stabil, belum lagi beberapa lokasi yang masih terendam banjir. Memaksakan penyaluran listrik dalam situasi seperti ini, kata Bahlil, justru bisa membahayakan warga.
"Jadi andaikan pun kalau itu dihidupkan, itu akan berdampak pada keselamatan saudara-saudara kita yang ada di sana," ujarnya.
Alhasil, pemadaman bergilir terpaksa masih diberlakukan. Kendala lain yang cukup pelik adalah rusaknya sejumlah menara listrik. Parahnya, beberapa tower yang sudah dibangun ulang sempat roboh lagi diterjang arus banjir yang deras.
Namun begitu, upaya perbaikan terus digenjot. Bahlil menegaskan pemerintah tak tinggal diam. Kolaborasi antara tim PLN, Kementerian ESDM, TNI-Polri, dan tentu saja masyarakat lokal, terus dikoordinasikan untuk mempercepat pemulihan. Targetnya satu: mengembalikan aliran listrik secepat mungkin.
Secara umum, kondisi kelistrikan di Aceh sebenarnya sudah mulai normal. Hanya saja, empat kabupaten tadi masih menjadi pekerjaan rumah yang butuh waktu ekstra untuk dituntaskan.
Artikel Terkait
Persediaan Minyak Global Anjlok 200 Juta Barel Akibat Konflik Timur Tengah, Level Terendah dalam Delapan Tahun
ADB Desak Jepang dan Negara Asia Alihkan Subsidi BBM Hanya untuk Kelompok Rentan
Presiden Prabowo Bertolak ke Filipina untuk Hadiri KTT ke-48 ASEAN
Pesawat Tanker Militer AS Kirim Sinyal Darurat di Atas Teluk Persia, Kontak Hilang di Wilayah Qatar