Di tengas hiruk-pikuk persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru, kabar baik datang dari Kementerian ESDM. Menteri Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional mulai dari BBM, LPG, hingga listrik dalam kondisi yang aman untuk menyambut Nataru 2025/2026. Pernyataan ini ia sampaikan langsung dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat lalu.
Menurut Bahlil, stok energi kita saat ini berada di atas batas cadangan minimum nasional. Artinya, kebutuhan masyarakat selama libur panjang akhir tahun diprediksi bakal terpenuhi dengan baik.
“Baik yang minyak bensin subsidi maupun non-subsidi, Alhamdulillah di atas cadangan nasional,” ujarnya.
Kalau dirinci, untuk Pertalite (RON 90) cadangannya mencapai 19 hari, lebih tinggi dari batas minimal yang cuma 17–18 hari. Sementara itu, stok RON 92 dan 95 bahkan lebih melimpah, masing-masing di atas 23 dan 31 hari. Untuk solar, realisasi cadangan ada di kisaran 14–15 hari, setara dengan batas minimumnya. Jenis non-subsidi seperti CN53 malah lebih tinggi, di atas 25 hari. Begitu pula avtur, stoknya tercatat aman di atas 29 hari.
“Artinya dari sisi stok BBM cadangan nasional kita untuk menjalankan natal, insyaallah aman. Jadi saudara-saudara kita yang mau natal jangan ada pikiran tentang stok BBM insyaallah semua aman,” katanya lagi.
Di sisi lain, pasokan LPG juga tak kalah solid. Stok nasionalnya berada di level 12,17 hari, yang dinilai cukup hingga akhir Desember nanti.
“LPG pun clear, tidak ada masalah,” tegas Bahlil.
Lalu bagaimana dengan listrik? Secara umum, sistem kelistrikan nasional berjalan normal. Ketersediaan energi primer untuk pembangkit entah itu BBM, gas, atau batu bara semuanya di atas 10 hari dan tak ada isu yang perlu dikhawatirkan.
Namun begitu, Bahlil mengakui ada sedikit kendala di wilayah Sumatera. Gangguan itu akibat bencana alam yang terjadi beberapa pekan silam. Pemulihan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sendiri masih berlangsung bertahap, tapi perlahan sudah mendekati normal sejak seminggu pascabencana.
Sedangkan untuk Aceh, kondisinya jauh lebih baik. Bahkan bisa dibilang sudah pulih sepenuhnya.
"Banda Aceh semalam Alhamdulillah, puji Tuhan sudah normal sesuai dengan apa yang sebelum terjadi bencana. 120 megawatt di Banda Aceh semuanya sudah nyala," tutur Bahlil.
Dengan begitu, masyarakat bisa bernapas lega. Persiapan menyambut hari raya dan pergantian tahun, setidaknya dari sisi energi, tak lagi dibayangi kekhawatiran akan kelangkaan.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan Groundbreaking Proyek Sampah Jadi Energi pada Maret 2026
Utusan Khusus Presiden: Investor Internasional Serius Minati PLTN Indonesia
PUPR Garap Rusun Bersubsidi di Lahan Eks Meikarta, Skema Pembiayaan Jadi Kunci
PNM Gelontorkan Rp1 Miliar dan Ribuan Paket Ramadan untuk Aceh di Tengah Rakernas