Polisi Buru Pelaku Pembakaran Lapak di Kalibata, Diduga Balas Dendam Kematian Mata Elang

- Jumat, 19 Desember 2025 | 14:40 WIB
Polisi Buru Pelaku Pembakaran Lapak di Kalibata, Diduga Balas Dendam Kematian Mata Elang

JAKARTA – Hingga kini, pelaku pembakaran lapak pedagang di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, masih belum berhasil diamankan oleh aparat. Polda Metro Jaya terus mendalami kasus yang disebut-sebut berkaitan dengan tewasnya dua orang "mata elang" atau debt collector itu.

Meski belum ada penangkapan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan penyelidikan berjalan tanpa hambatan berarti. "Tidak ada kendala," tegas Budi saat dikonfirmasi, Jumat (19/12/2025).

Menurutnya, tim masih bekerja mengumpulkan titik terang. Mereka memeriksa saksi-saksi dan mengolah barang bukti yang ada di TKP. Prosesnya butuh ketelitian.

"Ini kan harus ada persesuaian antara kejadian, barang bukti, dan orang yang bersangkutan dari saksi-saksi pendukung lainnya. Ini kan harus nyambung," ujar Budi menjelaskan.

Dugaan sementara, aksi pembakaran itu didalangi oleh kelompok debt collector atau mata elang. Motifnya diduga karena kemarahan.

"Kemungkinan besar (kelompok mata elang). Karena yang itu merasa bahwa masyarakat yang melakukan, bahkan menuduh masyarakat yang melakukan pembiaran terhadap mata elang yang menjadi korban pengeroyokan," ucap Budi.

Semua ini berawal dari kericuhan hebat di Kalibata pada Kamis, 11 Desember 2025. Saat itu, dua mata elang berinisial MET dan NAT dikeroyok hingga tewas. Yang mengejutkan, pelaku pengeroyokan justru oknum anggota Polri sendiri.

Mereka adalah Brigadir IAM, Bripda AMZ, Bripda MIAB, Bripda ZGW, Bripda BN, dan Bripda JLA. Atas insiden memilukan itu, dua oknum, yaitu Brigadir IAM dan Bripda AMZ, sudah dipecat. Empat lainnya mendapat sanksi demosi selama lima tahun.

Nah, suasana makin panas pasca-kejadian itu. Kemarahan yang meluap diduga memicu aksi balasan berupa pembakaran lapak-lapak dagang. Sampai saat ini, suasana di lokasi masih tewas, sementara polisi terus memburu para pelaku pembakar.

Komentar