Bojan Hodak punya satu harapan yang jelas jelang undian 16 besar AFC Champions League 2. Pelatih Persib Bandung itu berharap Maung Bandung bisa menghindari satu tim khusus: Pohang Steelers asal Korea Selatan.
Persib, yang melaju sebagai juara Grup G, memang akan bertemu dengan salah satu dari tiga runner-up grup lain di zona timur. Pilihannya adalah Ratchaburi FC (Thailand), CAHN FC (Vietnam), atau sang tim yang dihindari, Pohang Steelers. Bangkok United dari Thailand sudah tak mungkin jadi lawan karena baru satu grup.
Bagi Hodak, jawaban tentang lawan terberat terasa gamblang. "Kita akan lihat. Yang paling sulit adalah klub dari Korea," ujarnya, Jumat (18/12/2025).
Ia tak merinci lebih jauh, tapi nada bicaranya cukup menjelaskan. Menurutnya, menghadapi tim-tim Asia Tenggara akan memberi peluang bersaing yang lebih baik bagi Persib.
"Saya rasa jika kami bermain melawan tim dari Asia Tenggara, kami bisa bersaing dengan semuanya. Tapi untuk tim dari Korea saya lihat lebih sulit," kata pria asal Kroasia itu.
Namun begitu, Hodak juga mencoba melihat sisi positif. Format home and away di babak ini bisa jadi penyeimbang. "Dari semua pertandingan ini, saat kami bermain di kandang maka kami memiliki keuntungan," imbuhnya, merujuk pada dukungan suporter yang selalu membara di Stadion GBLA.
Lantas, tim mana yang paling ideal? Hodak enggan menyebut nama. Ia hanya berulang kali menegaskan keengganannya bertemu Pohang. Pada akhirnya, semua kembali pada keberuntungan undian. "Tidak ada pilihan. Semua akan dihadapi dari hasil undian," tandasnya.
Proses pengundian sendiri rencananya digelar di markas AFC, Kuala Lumpur, pada 30 Desember mendatang. Satu hal yang pasti: perjalanan Persib di kompetisi ini masih akan berjumpa tim-tim zona timur, setidaknya hingga babak semifinal nanti.
Artikel Terkait
Tugu Insurance Cetak Laba Bersih Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
Menkeu Purbaya Akan Berangkat Haji 21 Mei 2026, Sisipkan Doa Khusus agar Ekonomi Indonesia Makin Kuat
Pemerintah Siapkan Stimulus Baru, Insentif Mobil dan Motor Listrik Mulai Juni 2026
OJK: Piutang Multifinance Tumbuh Tipis, Pembiayaan Digital dan Pegadaian Melesat