Warga Korea Berburu AC Lawas LG, Logo Emasnya Ternyata Bernilai Jutaan Rupiah

- Kamis, 18 Desember 2025 | 06:55 WIB
Warga Korea Berburu AC Lawas LG, Logo Emasnya Ternyata Bernilai Jutaan Rupiah

Heboh melanda Korea Selatan belakangan ini. Penyebabnya? Ternyata, logo pada AC merek LG keluaran lama ada yang terbuat dari emas asli. Tak heran, banyak warga yang langsung berburu unit bekasnya, berharap bisa mendapat keuntungan dari temuan tak terduga ini.

Semua berawal dari unggahan seorang YouTuber bernama Ringring Unni. Di kanalnya, dia memamerkan potongan logo "Whisen" yang diambil dari sebuah AC LG model tahun 2005.

"Logo itu dipasang di bagian depan unit AC. Dan waktu itu, produknya memang diiklankan menggunakan emas," ujarnya dalam video yang diupload tanggal 11 Desember lalu.

YouTuber yang juga pemilik toko perhiasan di Seoul ini lalu menganalisis potongan huruf-huruf tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan: tulisan itu adalah emas murni dengan nilai sekitar 713.000 won, atau setara Rp8 juta.

Nah, untuk ukurannya sendiri sebenarnya tak terlalu besar. Total berat emas dari keenam huruf itu kurang dari 1 don. Di Korea, 1 don setara dengan 3,75 gram. Meski kecil, nilainya lumayan. Mengacu harga Bursa Emas Standar Korea per Rabu (17/12/2025), 1 don emas dihargai 890.000 won.

Begitu videonya viral, suasana di toko Ringring Unni pun ramai. Banyak pemilik AC LG jadul yang antre datang, membawa logo Whisen mereka masing-masing untuk dicek. Dalam video lain, dia memastikan satu set logo itu bisa ditaksir hingga 748.000 won.

Di sisi lain, LG Electronics sendiri membenarkan kabar ini. Rupanya, perusahaan memang pernah meluncurkan edisi terbatas pada 2005 silam. Saat itu, sebanyak 10.000 unit AC Whisen dipasangi logo emas sebagai bentuk perayaan. Pasalnya, LG berhasil menjadi merek AC terlaris di dunia pada masa itu.

Jadi, siapa sangka barang elektronik tua yang mungkin teronggok di gudang, ternyata menyimpan harta karun. Lumayan, kan?

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar