Mandalika kini memasuki babak baru. Kawasan Ekonomi Khusus yang digarap oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) ini, semakin panas saja. Intensitas event dan aktivitas yang terus meningkat, mendorong pengembangannya ke fase berikutnya.
Menurut Ahmad MURIANETWORK.COM, Pelaksana Harian Direktur Utama ITDC, sejumlah langkah strategis sedang disiapkan. "Mandalika tidak hanya kami posisikan sebagai destinasi pariwisata, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan," ujarnya.
Fajar menjelaskan, setiap acara di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan efek berantai yang nyata. Mulai dari mendongkrak kunjungan wisatawan, menguatkan perputaran uang di lokal, sampai membuka lapangan kerja.
Rencananya, akan ada masuknya brand internasional, pengembangan marina untuk koneksi laut, pembentukan zona premium di timur, dan penguatan area pusat sebagai tuan rumah event global. Tak ketinggalan, komersialisasi kawasan hunian dan ritel untuk mendukung ekonomi jangka panjang.
Dampak ekonominya sudah terlihat. Ambil contoh MotoGP Indonesia. Ajang itu berhasil mencatat 140.324 ribu penonton, dengan tren yang naik tiap tahun. Secara finansial, dampaknya mencapai Rp4,96 triliun, menciptakan nilai media Rp1,33 triliun, dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal.
Namun begitu, bukan cuma MotoGP. Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika itu sekarang ramai dengan lebih dari 309 aktivasi per tahun. Mulai dari olahraga dunia, hiburan, sampai kegiatan budaya dan komunitas. Aktivitas yang terus-menerus inilah yang menghidupkan ekosistem usaha di sana.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026