Mandalika kini memasuki babak baru. Kawasan Ekonomi Khusus yang digarap oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) ini, semakin panas saja. Intensitas event dan aktivitas yang terus meningkat, mendorong pengembangannya ke fase berikutnya.
Menurut Ahmad MURIANETWORK.COM, Pelaksana Harian Direktur Utama ITDC, sejumlah langkah strategis sedang disiapkan. "Mandalika tidak hanya kami posisikan sebagai destinasi pariwisata, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan," ujarnya.
Fajar menjelaskan, setiap acara di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan efek berantai yang nyata. Mulai dari mendongkrak kunjungan wisatawan, menguatkan perputaran uang di lokal, sampai membuka lapangan kerja.
Rencananya, akan ada masuknya brand internasional, pengembangan marina untuk koneksi laut, pembentukan zona premium di timur, dan penguatan area pusat sebagai tuan rumah event global. Tak ketinggalan, komersialisasi kawasan hunian dan ritel untuk mendukung ekonomi jangka panjang.
Dampak ekonominya sudah terlihat. Ambil contoh MotoGP Indonesia. Ajang itu berhasil mencatat 140.324 ribu penonton, dengan tren yang naik tiap tahun. Secara finansial, dampaknya mencapai Rp4,96 triliun, menciptakan nilai media Rp1,33 triliun, dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal.
Namun begitu, bukan cuma MotoGP. Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika itu sekarang ramai dengan lebih dari 309 aktivasi per tahun. Mulai dari olahraga dunia, hiburan, sampai kegiatan budaya dan komunitas. Aktivitas yang terus-menerus inilah yang menghidupkan ekosistem usaha di sana.
Buktinya? Sekarang sudah ada 128 homestay, 965 kamar hotel, puluhan restoran, serta UMKM yang tumbuh. Tingkat okupansi hotel pun diklaim sudah berada di kisaran 54 persen per tahun.
Di sisi lain, daya tariknya bagi investor juga cukup konkret. Hingga kuartal IV 2025, total investasi yang masuk ke KEK Mandalika sudah menembus Rp5,73 triliun. Estimasi IRR-nya sekitar 11,2 persen, angka yang menunjukkan daya tarik investasi yang berkelanjutan.
Ke depan, ITDC sudah menyiapkan kalender event terstruktur untuk 2026. Ada Mandalika Racing Series, Festival of Speed yang digelar beberapa putaran, hingga event besar seperti GT World Challenge Asia dan tentu saja, MotoGP Indonesia.
"Event besar menjadi anchor, namun dampak sesungguhnya tercermin dari kesinambungan aktivitas kawasan," kata Fajar menegaskan.
Dukungan infrastruktur dan insentif jadi faktor pendorong. KEK seluas 1.175 hektar dengan pantai 16 km ini dilengkapi sirkuit internasional, hotel, kawasan komersial, dan koneksi ke Bandara Lombok. Fasilitas fiskal seperti insentif pajak, pembebasan bea masuk, dan hak guna lahan hingga 80 tahun, memberikan kepastian bagi para investor.
Pada akhirnya, Mandalika dirancang bukan sekadar tempat wisata. Ia adalah ekosistem terpadu yang menyatukan motosport, watersport, golf, hingga olahraga berkuda dalam satu masterplan. Sebuah langkah untuk memperluas segmen pasar dan membuka peluang investasi di berbagai sektor sekaligus.
Artikel Terkait
Lansia 64 Tahun Ditikam Tetangga di Pondok Aren saat Gendong Cucu, Pelaku Diduga Sakit Hati
Kementerian Keuangan Akui Tanggung Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dua Tahun Pertama
Menlu Iran Tegaskan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan Lewat Jalur Militer
OPEC+ Setujui Kenaikan Produksi Minyak 188.000 Barel per Hari di Tengah Gangguan Pasokan Akibat Perang Iran