Trump Klaim Perundingan Rusia-Ukraina Capai 90 Persen Kesepakatan

- Selasa, 16 Desember 2025 | 18:40 WIB
Trump Klaim Perundingan Rusia-Ukraina Capai 90 Persen Kesepakatan

Di Ruang Oval, Donald Trump menyampaikan kabar yang mungkin akan disambut banyak pihak. Presiden AS itu menyatakan, upaya perdamaian antara Rusia dan Ukraina kini terlihat lebih dekat dari sebelumnya. "Saya pikir kita sekarang lebih dekat daripada sebelumnya, dan kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan," ujarnya kepada para wartawan.

Menurutnya, negosiasi yang berlarut-larut itu akhirnya menunjukkan titik terang. Kemajuan signifikan terjadi setelah Kyiv, ibukota Ukraina, menunjukkan sikap lebih fleksibel dalam beberapa hal kunci.

Misalnya, soal keanggotaan NATO. Ukraina disebut tidak lagi memaksakan diri untuk bergabung dengan aliansi pertahanan Barat itu. Namun begitu, mereka tetap bersikukuh meminta jaminan keamanan yang kuat dan konkret dari sekutu-sekutunya. Itu syarat mutlak bagi mereka.

Di sisi lain, jalan menuju meja perdamaian masih terhalang sejumlah batu besar. Salah satunya adalah soal wilayah. Moskow selama ini mendesak agar Ukraina menyerahkan kendali atas sebagian wilayahnya, sebuah tuntutan yang tampaknya masih sulit ditelan oleh Kyiv. Posisi Ukraina dalam hal ini diyakini tetap teguh: mereka enggan melepas daerah-daerah yang kini diduduki.

Trump sendiri terlihat optimis, meski tetap menyisipkan catatan kehati-hatian. "Segalanya tampaknya berjalan dengan baik, tetapi kami telah mengatakan itu sejak lama, dan ini adalah hal yang sulit," katanya. Pernyataan itu menggambarkan kompleksitas situasi yang sebenarnya.

Seberapa dekat sebenarnya? Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya memberikan gambaran yang cukup mengejutkan. Menurut sumber itu, sekitar 90 persen masalah antara kedua negara yang berperang itu telah berhasil diselesaikan dalam pembicaraan. Angka yang tinggi, tentu saja, meski sepuluh persen sisanya bisa jadi adalah bagian paling pelik dan berdarah-darah.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar