"Kalau seluruh lahan ini sudah termanfaatkan semua, total investasinya bisa menyentuh sekitar 1 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, ya sekitar 16 triliun lebih, tergantung kurs saat itu," terangnya.
Namun begitu, semua rencana ambisius itu tidak lepas dari kondisi pasar. Kerry menegaskan, skala produksi akan menyesuaikan permintaan, baik dari dalam negeri maupun negara tujuan ekspor. Bahkan, dia menyebut kemungkinan produksi motor listrik di pabrik yang sama juga terbuka.
Lalu, mobil listrik apa saja yang akan dibuat di Subang? Beberapa model sudah dipastikan, yaitu VF3, VF5, VF6, dan VF7. Tak ketinggalan, satu model MPV listrik yang sebelumnya sudah diperkenalkan di GJAW 2025 November lalu juga akan turut diproduksi di sini.
"
Laporan: Laras Kiranasari
Artikel Terkait
Ekspor Korea Selatan Melonjak 16,6% di Februari 2026, Didorong Semikonduktor AI
Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang dan Inflasi Tinggi
Arus Mudik Lebaran 2026 di Tasikmalaya Capai 35.000 Kendaraan dalam Dua Hari
ASDP Geram, Calo Tiket Masih Berkeliaran Meski Sistem Penjualan Sudah Online