Pham Sanh Chau, Kepala Eksekutif VinFast Asia, menjelaskan strategi mereka. Setelah kebutuhan domestik terpenuhi, langkah berikutnya adalah mengekspor ke negara-negara tetangga yang menggunakan setir kanan.
"Ketika kami memilih Indonesia sebagai basis manufaktur, ekspor ke luar Indonesia selalu menjadi bagian dari rencana kami,” tegasnya.
“Setelah permintaan domestik terpenuhi secara memadai, kami berniat mengekspor ke pasar setir kanan di kawasan ini. Secara praktis, hampir semua negara setir kanan di Asia Tenggara bisa menjadi tujuan potensial," tambah Pham.
Untuk memulai semua itu, pabrik di Subang akan berkonsentrasi memproduksi VF3, sebuah SUV listrik mini. VinFast percaya, model inilah yang nantinya bakal menjadi andalan penjualan mereka, baik di Indonesia maupun di kawasan regional.
Artikel Terkait
Trump Kritik Sekutu NATO Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak
Nvidia Perkenalkan DLSS 5 dan Sistem Vera Rubin di GTC Conference
Presiden Dewa United Pastikan Ivar Jenner Pulih, Siap Gabung TC Timnas
Kementan Gelontorkan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 7 Komoditas Perkebunan