Banjir di Kota Padang memang sudah surut, tapi persoalan bagi warga yang rumahnya rusak belum berakhir. Nah, untuk mengatasi hal itu, pemerintah kini menyiapkan hunian sementara. Tempat tinggal sementara ini diharapkan bisa jadi solusi, setidaknya sampai rumah-rumah warga bisa dibenahi kembali.
Menurut Abdul Muhari dari BNPB, upaya penyediaan tempat tinggal ini melibatkan banyak pihak. "Penyediaan hunian sementara tersebut dilaksanakan melalui koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang, dengan dukungan lintas kementerian/lembaga terkait," jelasnya lewat keterangan tertulis, Senin lalu.
Lokasinya sendiri ada di Kampung Nelayan, Kecamatan Koto Tengah. Di sana, sudah berdiri 80 unit huntara yang dibagi dalam enam blok berbeda.
"Rincian pengungsi yang berasal dari Kecamatan Koto Tangah sebanyak 31 unit, Kecamatan Kuranji 11 unit, Kecamatan Pauh 36 unit dan Kecamatan Nanggalo 1 unit," tambah pria yang biasa disapa Aam itu.
Jadi, huntara ini memang ditujukan buat warga dari empat kecamatan yang paling parah terdampak. Gagasannya sederhana: memberikan tempat yang aman dan layak selama masa transisi yang sulit ini.
Soal fasilitas, pemerintah berusaha memenuhi kebutuhan dasar. Aam menegaskan, huntara sudah dilengkapi akses air bersih, sanitasi, dan listrik. Sarana pendukung lain juga disiapkan agar kehidupan sehari-hari para pengungsi bisa berjalan semestinya.
Yang tak kalah penting, penataan lingkungannya dirancang agar nyaman dan aman. Kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, atau penyandang disabilitas jadi perhatian khusus dalam perencanaannya.
Di sisi lain, bantuan pemerintah nggak cuma berhenti di tempat tinggal. Pendampingan untuk memenuhi logistik, layanan kesehatan, dan dukungan psikologis tetap berjalan. Ini semua bagian dari upaya pemulihan yang lebih menyeluruh.
"Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak bencana," pungkas Aam.
Memang, jalan menuju normalitas masih panjang. Tapi setidaknya, dengan adanya huntara ini, warga punya titik terang untuk memulai lagi.
Artikel Terkait
Tugu Insurance Cetak Laba Bersih Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
Menkeu Purbaya Akan Berangkat Haji 21 Mei 2026, Sisipkan Doa Khusus agar Ekonomi Indonesia Makin Kuat
Pemerintah Siapkan Stimulus Baru, Insentif Mobil dan Motor Listrik Mulai Juni 2026
OJK: Piutang Multifinance Tumbuh Tipis, Pembiayaan Digital dan Pegadaian Melesat