Lalu, strategi seperti apa yang disiapkan?
Intinya, ada dua pendekatan utama. Pertama, pembagian pelabuhan di sisi Jawa dan Sumatera berdasarkan jenis kendaraannya. Kedua, penerapan sistem penundaan atau delaying system untuk mengatur kepadatan.
Di sisi Jawa, tak cuma Merak yang akan beroperasi. Pihaknya juga menyiapkan tiga pelabuhan pendukung: Ciwandan, BBJ Bojonegara, dan Krakatau Bandar Samudera. Begitu pula di Sumatera, selain Bakauheni, ada Pelabuhan Panjang, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang siap membantu.
Dengan empat pelabuhan di setiap sisi ini, diharapkan kemacetan panjang di darat bisa diurai. Potensi bottleneck atau penyumbatan pun bisa diminimalisir.
"Kami berharap dengan pembagian dermaga tersebut bisa mengurai arus lalu lintas yang ada di darat," pungkas Aan Suhanan.
Artikel Terkait
Kesulitan Tiket, Pemudik Pilih Berangkat Lebih Awal Jelang Lebaran
Telkom dan Huawei Jalin Kerjasama Pengembangan Data Center di MWC Barcelona
Hashim Djojohadikusumo Tolak Tawaran Komersialisasi Lahan Negara untuk Apartemen Mewah
Bank Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider, Transaksi Kopra Tembus Rp27.500 Triliun