Musim Hujan Tiba, Ahli Gizi Sarankan Racikan Herbal Hangat untuk Jaga Imun

- Rabu, 10 Desember 2025 | 19:24 WIB
Musim Hujan Tiba, Ahli Gizi Sarankan Racikan Herbal Hangat untuk Jaga Imun

Musim hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Udara pun terasa lebih lembap, sementara genangan air muncul di sana-sini. Nah, kondisi seperti ini rupanya jadi 'pesta' bagi bakteri untuk berkembang biak. Alhasil, tubuh kita pun lebih gampang terserang penyakit.

Batuk, pilek, dan flu adalah tamu tak diundang yang paling sering datang saat musim penghujan. Makanya, menjaga stamina tubuh agar tetap fit itu penting banget.

Menurut ahli gizi dari RSCM Jakarta, Fitri Hudayani, momen hujan-hujan ini justru bisa dimanfaatkan untuk menikmati minuman herbal alami. Jahe, kunyit, atau teh rempah, misalnya. Minuman seperti itu bisa bantu perkuat daya tahan tubuh kita.

"Saat hujan kita cenderung senang mengonsumsi minuman hangat. Hal ini dapat dimanfaatkan juga untuk mengkonsumsi minuman herbal yang alami," ujar Fitri, seperti dikutip Antara, Rabu (10/12).

Memang, udara di musim hujan sering tak menentu dan cenderung lebih dingin. Perubahan cuaca inilah yang kerap bikin tubuh drop, lalu gampang kena influenza atau setidaknya batuk-pilek biasa.

Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Kuncinya ada pada pola makan yang sehat. Nggak perlu yang ribet-ribet, kok. Salah satu cara simpelnya ya dengan rajin minum herbal hangat. Coba saja rebus jahe, sereh, kayu manis, atau temulawak.

"Semua bahan tersebut merupakan antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh," katanya.

Tapi, Fitri mengingatkan satu hal. Saat membuatnya, perhatikan jumlah gulanya. Lebih baik pilih pemanis alami seperti madu, ketimbang menambahkan gula murni berlebihan.

“Untuk pengolahan sama seperti kondisi biasanya. Batasi makanan berlemak dan mengandung gula murni agar status gizi tetap terjaga dan kondisi kesehatan dapat lebih optimal lagi dalam menghadapi musim hujan,” jelasnya.

Di sisi lain, kebersihan bahan-bahan yang digunakan juga kudu diperhatikan. Tujuannya jelas, untuk menghindari diare yang rawan muncul saat musim hujan karena perubahan kondisi lingkungan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar