MOSKOW Suara sirene memecah kesunyian di Wilayah Ivanovo, Selasa kemarin. Sebuah pesawat angkut militer Rusia, Antonov An-22, jatuh dan menewaskan seluruh kru di dalamnya. Peristiwa ini terjadi di sebuah daerah terpencil, jauh dari permukiman warga.
Menurut keterangan resmi Kementerian Pertahanan Rusia, pesawat itu sedang menjalani uji terbang. Uji coba itu dilakukan setelah pesawat menjalani serangkaian perbaikan. "Satu pesawat angkut militer An-22 jatuh di Wilayah Ivanovo saat penerbangan setelah perbaikan," bunyi pernyataan mereka. Mereka menegaskan lokasi jatuhnya di area yang sepi.
Namun begitu, pihak Kemhan sama sekali tidak menyebut berapa orang yang ada di dalam pesawat nahas tersebut. Rincian jumlah korban seolah masih ditutupi.
Di sisi lain, Komite Investigasi Rusia memberikan pernyataan yang lebih gamblang meski tetap samar. Mereka mengonfirmasi bahwa tidak ada yang selamat dari kecelakaan itu. Tapi, lagi-lagi, angka pastinya tidak disebutkan. Padahal, seperti yang kerap terjadi, pesawat yang baru selesai diperbaiki biasanya hanya mengangkut awak inti: pilot, kopilot, dan beberapa teknisi.
Beberapa laporan dari lapangan justru lebih spesifik. Menurut sejumlah saksi dan sumber di tempat kejadian, pesawat turboprop raksasa itu membawa tujuh orang. Kondisi bangkai pesawat dikatakan sangat parah, tidak utuh lagi. Bahkan, beberapa serpihannya terlihat mengapung di atas permukaan air.
Sampai saat ini, penyebab pasti tragedi ini masih gelap. Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan mendalam untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di langit Ivanovo. Masyarakat pun masih menunggu jawaban, sementara kabut duka sudah menyelimuti pangkalan udara terkait.
Artikel Terkait
Mahfud MD: Polri Harus Tinggalkan Budaya Militeristik Menuju Polisi Sipil yang Humanis
Polisi Buka Posko DVI di RSUD Lubuklinggau untuk Identifikasi 16 Korban Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Musi Rawas Utara
Timnas Indonesia U-17 Menang Tipis atas China, Pelatih Kurniawan Minta Pemain Tak Euforia Berlebihan
Cek Kesehatan Gratis Pemerintah Jangkau 100 Juta Warga, Baru Sepertiga dari Total Penduduk