Rutenya tak hanya sekadar titik A ke titik B. Dari Bandara Internasional Raja Salman di Riyadh, kereta akan melintasi kota-kota penting seperti Al-Hofuf dan Dammam di wilayah timur Saudi, sebelum akhirnya tujuannya berakhir di Bandara Internasional Hamad, Doha.
Di sisi lain, dampak ekonominya diproyeksikan sangat signifikan. Proyek yang ditargetkan selesai dalam enam tahun ke depan ini diklaim mampu mengangkut hingga 10 juta penumpang setiap tahunnya. Tak cuma itu, sekitar 30.000 lapangan kerja baru juga diharapkan tercipta untuk warga kedua negara.
Ini jelas sebuah lompatan besar. Kalau kita ingat-ingat, beberapa tahun lalu hubungan kedua negara ini sempat sangat renggang, bahkan berseteru. Kini, kerja sama ambisius di bidang transportasi ini menandai babak baru yang jauh lebih erat dan produktif.
Artikel Terkait
Banjir Bekasi Belum Surut, 38 Ribu Warga Terdampak
OCBC NISP Cetak Laba Rp5,1 Triliun di Tengah Laju Transaksi Digital yang Melonjak 46%
Guardians of Legacy Sambut Imlek 2026 di Lorong Kwai Chai Hong
Masjid IKN Berpeluang Jadi Lokasi Rukyat Hilal Ramadan 2026