Namun, di balik sorak-sorai November ini, ada fakta yang tak bisa diabaikan. Secara keseluruhan, penjualan dari Januari hingga November 2025 masih terlihat lesu. Data wholesales untuk periode itu cuma 710.084 unit, turun 9,6% dari tahun sebelumnya. Penjualan ritel pun tak jauh beda, hanya 739.977 unit atau merosot 8,4%.
Kondisi inilah yang memaksa Gaikindo berpikir ulang. Target awal tahun ini sebesar 850 ribu unit tampaknya mustahil dicapai. Hanya tersisa satu bulan, dan angka penjualan masih jauh di bawah.
"Tahun lalu 865.000 (unit). Kalau kita pikir tahun ini berapa, pasti mungkin di bawah 865.000 ya. Sekarang saja sudah berapa? Sulit rasanya tinggal satu bulan lagi, pasti akan kita revisi (target penjualan),"
Demikian penuturan Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo, dalam sebuah kesempatan di Tangerang. Revisi target, tampaknya, sudah di depan mata.
Artikel Terkait
Free Float Saham Naik Dua Kali Lipat, Pemerintah Beri Suntikan Darah Segar ke Pasar
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Fujianti Utami Naik ke Penyidikan
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Menteri Agama Pimpin Langsung
Satu Kampus dari PAUD hingga SMA: Sekolah Terintegrasi Siap Dibangun di Tiap Kecamatan