Soundrenaline Palembang: Panggung Bergemuruh, Jalanan Bergenang

- Minggu, 07 Desember 2025 | 18:06 WIB
Soundrenaline Palembang: Panggung Bergemuruh, Jalanan Bergenang
Soundrenaline Palembang: Kemeriahan dan Genangan

Soundrenaline Palembang: Kemeriahan dan Genangan

Ribuan penonton tetap memadati Pinewoods Park Country Club and Resto, Sabtu lalu. Deretan musisi ternama berhasil memukau, meski jalan menuju panggung terlihat parah berlumpur dan licin akibat hujan yang mengguyur sebelumnya.

Soundrenaline: Sana Sini Palembang memang menghadirkan lineup yang solid. Di atas panggung, nama-nama besar seperti The Sigit, The Lantis, dan Bilal Indrajaya bergantian menghangatkan suasana. Mereka disandingkan dengan musisi lokal Palembang yang performanya ternyata tak kalah mengguncang. Ghea Indrawari, Summerlane, dan Dongker x Jason Ranti juga turut meramaikan. Nuansa kebersamaan antara musisi nasional dan lokal terasa begitu kental malam itu.

Ghea Indrawari sendiri tampak antusias dengan konsep yang diusung.

"Konser seperti ini tuh penting untuk talent-talent baru. Terima kasih Soundrenaline," ujarnya singkat.

Sementara itu, Bilal Indrajaya justru punya cerita lain. Baginya, ini adalah pengalaman pertama.

"Ini baru pertama kalinya aku ke Palembang, seru banget. Kalau bisa langganan ke Palembang ya," ungkapnya sambil tersenyum.

Namun begitu, di balik kemeriahan panggung, ada cerita lain yang bikin geleng-geleng. Banyak penonton yang mengeluh. Jalan dan area parkir yang becek dan licin jadi masalah serius. Hujan deras sebelum acara sepertinya meninggalkan jejak yang cukup merepotkan.

Salah satu pengunjung, Apek, mengaku sempat kesal sampai memutuskan pulang.

"Saya kesal karena baju saya kotor. Petugas keamanan di sana juga tidak menempatkan kayu untuk akses jalan para motor ini. Jadi karena baju saya sudah kotor alhasil saya tidak jadi menonton konser, sudah kesal duluan," kata dia.

Ya, Soundrenaline 2025 di Palembang memang punya dua sisi. Di satu sisi, panggung yang berhasil menciptakan momen spektakuler. Di sisi lain, kondisi lapangan yang kurang bersahabat sempat mengganggu. Tapi, pada akhirnya, festival ini ditutup dengan tepuk tangan riuh. Kesan mendalam tetap tersisa, baik bagi para musisi maupun penonton yang bertahan. Sebuah pengalaman yang tak sepenuhnya mulus, tapi sulit dilupakan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar