RSUD Aceh Tamiang Berjuang Bangkit dari Kubangan Lumpur

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 17:25 WIB
RSUD Aceh Tamiang Berjuang Bangkit dari Kubangan Lumpur

RSUD Aceh Tamiang nyaris tak bisa dikenali. Pasca banjir dan longsor yang melanda akhir November lalu, rumah sakit itu berantakan. Lumpur tebal menutupi segalanya. Menghadapi kondisi itu, TNI AD tak tinggal diam. Mereka mengerahkan puluhan personelnya untuk turun tangan membersihkan kekacauan yang ditinggalkan bencana.

Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, Dandim setempat, membeberkan kronologinya. Upaya pembersihan sebenarnya sudah dimulai sejak Kamis, 4 Desember. Saat itu, 35 prajurit dikerahkan. Tapi tantangannya tidak main-main.

"Pembersihan RSUD Tamiang pasca banjir telah dilaksanakan mulai Kamis, 4 Desember 2025 dengan kekuatan 35 orang," jelas Subhi Fitra, Sabtu (6/12).

Menurutnya, akses menuju lokasi saja sudah seperti medan perang. Jalanan dipenuhi kendaraan-kendaraan yang terseret arus. Mau tidak mau, kendaraan-kendaraan itu harus digotong dulu supaya jalan bisa dibuka. Setelah berhasil masuk, pemandangan di dalam justru lebih parah.

Lantai dasar rumah sakit tertimbun lumpur setebal 40 sentimeter. Sudah mengeras lagi. Barang-barang di dalamnya berantakan, rusak semua diterjang air dan lumpur. Melihat situasi yang begitu berat, kekuatan personel pun ditambah.

"Hari Jumat, 5 Desember 2025, kekuatan ditambah sebanyak 80 orang untuk pembersihan dan dibantu satu unit kendaraan damkar (pemadam kebakaran)," ucap dia.

Yang cukup menyita perhatian adalah kondisi pasien yang masih bertahan. Meski lantai dua tidak kebanjiran, dan masih ada pasien dirawat di sana, fasilitasnya boleh dibilang nol besar. Tidak ada lagi alat medis yang berfungsi.

"Menurut keterangan dari Kepala RSUD Tamiang, di lantai 2 yang kebetulan tidak terkena banjir, masih ada pasien dirawat hingga pada saat ini, walaupun tidak ada lagi alat medis yang bisa digunakan," ujar Subhi Fitra.

Evakuasi ke rumah sakit di Medan sebenarnya sudah ditawarkan. Tapi, kata dia, pelaksanaannya masih menunggu kondisi akses jalan yang lebih baik. "Kepala RSUD Tamiang telah menawarkan untuk dilaksanakan evakuasi ke RSU wilayah Medan, akan tetapi masih menunggu akses semakin membaik," tambahnya.

Memang, bencana di Aceh Tamiang ini cukup hebat. Wilayah itu sempat terisolasi, aksesnya sulit ditembus. Namun begitu, upaya bantuan terus berjalan. Pemerintah pusat dan daerah perlahan tapi pasti sudah mulai mengirimkan logistik untuk warga yang terdampak. Saat ini, gabungan dari BNPB, TNI, Polri, dan pemda setempat masih terus bergerak menyalurkan bantuan, berjuang memulihkan keadaan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar