Daun Ajaib di Jalanan Jepang: Dari Kewajiban Hingga Jadi Tren

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 16:00 WIB
Daun Ajaib di Jalanan Jepang: Dari Kewajiban Hingga Jadi Tren

Jalan-jalan di Jepang, kamu pasti pernah lihat stiker aneh di mobil-mobil tertentu. Bentuknya seperti daun berwarna hijau dan kuning yang mencolok. Itu bukan dekorasi biasa, melainkan tanda wajib bagi para pengemudi baru. Namanya Shoshinsha mark.

Aturannya jelas: siapapun yang memegang SIM kurang dari satu tahun harus memasang tanda ini. Bukan cuma di bemper belakang, tapi juga di bagian depan mobil. Tujuannya? Agar pengendara lain tahu dan bisa lebih berhati-hati. Sistem ini ternyata cukup efektif untuk meredam potensi konflik di jalan yang padat.

Menurut Stefani, seorang pemandu lokal di Osaka, aturan ini diterapkan dengan serius.

"Stiker ini untuk pengemudi yang baru bisa menyetir di bawah setahun. Itu wajib ditempel, bahannya dari magnet buat di bagian bodi mobil," jelasnya.

Kalau lupa atau sengaja tidak memasang, ya siap-siap kena konsekuensinya. Teguran hingga sanksi administratif bisa menghampiri. Namun begitu, aturannya tidak berat sebelah. Pengemudi lain yang ketahuan mengganggu atau mengintimidasi mobil ber-stiker daun ini juga bisa kena hukuman. Prinsipnya saling melindungi.

Lucunya, setelah setahun berlalu, si magnet daun itu biasanya dicopot. Masa 'magang' di jalan raya dianggap selesai.

"Kalau sudah setahun itu dilepas, dan itu magnet jadi bisa dicopot kapan saja," tambah Stefani.

Tapi ceritanya tidak berhenti di sana. Dalam perkembangannya, si daun hijau-kuning ini malah jadi semacam ikon budaya. Banyak yang sudah jago nyetir justru tetap memasang versi stiker yang lebih lucu atau keren. Mungkin sebagai gaya-gayaan, atau sekadar nostalgia mengingat masa-masa awal mereka belajar bawa mobil.

Pada akhirnya, aturan detail seperti ini menunjukkan sesuatu yang lebih dalam. Keselamatan berlalu lintas di Jepang bukan cuma soal mentaati rambu. Lebih dari itu, ini tentang membangun kesadaran bersama. Semua pengguna jalan diajak untuk saling aware dan menghargai. Sebuah sistem yang mengandalkan kolektivitas, bukan sekadar individualitas di balik kemudi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar