Rumah Sakit Polri di Kramat Jati kini menyimpan 21 kantong jenazah. Mereka adalah korban kebakaran hebat yang melalap gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran. Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak rumah sakit, Selasa kemarin.
Brigjen Prima Heru, Karumkit RS Polri, yang berbicara di hadapan wartawan menjelaskan situasi saat ini.
"Saat ini, Rumah Sakit Bayangkara Tingkat Satu Pusdokkes Polri telah menerima 21 kantong jenazah," ujarnya.
Namun begitu, proses pemeriksaan forensik mendalam belum bisa dimulai. Mereka masih menunggu surat permintaan resmi dari penyidik yang menangani kasus ini. Sambil menunggu, pihak rumah sakit telah mempersiapkan segalanya.
Prima juga mengimbau dengan nada harap kepada keluarga korban. Ia meminta mereka datang ke posko postmortem yang telah disiapkan.
"Permohonan kami untuk keluarga yang kehilangan, bisa membawa foto dari korban yang terlihat gigi dan identitas lainnya. Mungkin ada gambar sidik jari dan lain-lain," kata Prima.
Dokumen-dokumen pribadi semacam itu akan sangat membantu tim identifikasi yang telah disiagakan. Untuk menangani korban sebanyak itu, RS Polri telah menyiapkan tidak kurang dari sebelas tim khusus. Mereka terdiri dari tim antemortem, postmortem, hingga tim DNA.
"Tim kita sudah siap. Dan kita sudah kerja sama dengan UI juga. Kita sudah koordinasi dengan UI maupun Inafis," jelasnya lebih lanjut.
Tentang berapa lama proses ini akan berlangsung, Prima menyebut itu tidak pasti. Waktunya sangat bergantung pada kondisi masing-masing jenazah, terutama tingkat keparahan luka bakar yang diderita. Semakin sulit dikenali, tentu prosesnya akan memakan waktu lebih lama.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi