Petugas di lapangan tampak sibuk. Mereka berjibaku menambal celah-celah bocor menggunakan karung pasir, berharap air tak meluber lebih parah ke jalan utama. Di sisi lain, ada juga yang membersihkan tumpukan sampah dengan serokan ikan, mencoba menjaga saluran air agar tidak mampet.
Genangan air sudah tak terhindarkan. Di sekitar jembatan pintu masuk Perumahan Pantai Mutiara, jalanan terendam setinggi kira-kira lima sentimeter. Kendaraan yang melintas pun harus ekstra hati-hati, meski lalu lintas kendaraan keluar-masuk perumahan tetap ramai seperti biasa.
Suasana siang itu adalah gambaran nyata betapa rapuhnya pertahanan kita menghadapi air laut yang kian meninggi. Sebuah rutinitas yang makin sering terjadi, dengan intensitas yang makin mengkhawatirkan.
Artikel Terkait
Polisi Hentikan Penyidikan Guru Pamulang yang Dituduh Lakukan Kekerasan Verbal
Nadia Shakila Cetak 31 Gol, Rebut Sorotan di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta
Tiket Mudik Lebaran 2026 Sudah Ludes 131 Ribu, Rute Yogyakarta-Gambir Paling Diburu
Trump Pilih Kevin Warsh untuk Pimpin The Fed, Akhir dari Perburuan Berbulan-bulan