Petugas di lapangan tampak sibuk. Mereka berjibaku menambal celah-celah bocor menggunakan karung pasir, berharap air tak meluber lebih parah ke jalan utama. Di sisi lain, ada juga yang membersihkan tumpukan sampah dengan serokan ikan, mencoba menjaga saluran air agar tidak mampet.
Genangan air sudah tak terhindarkan. Di sekitar jembatan pintu masuk Perumahan Pantai Mutiara, jalanan terendam setinggi kira-kira lima sentimeter. Kendaraan yang melintas pun harus ekstra hati-hati, meski lalu lintas kendaraan keluar-masuk perumahan tetap ramai seperti biasa.
Suasana siang itu adalah gambaran nyata betapa rapuhnya pertahanan kita menghadapi air laut yang kian meninggi. Sebuah rutinitas yang makin sering terjadi, dengan intensitas yang makin mengkhawatirkan.
Artikel Terkait
Tiket Bus ke Sumatera dan Jawa Naik Daun, Terminal Pulo Gebang Mulai Ramai Pemudik
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa untuk Ramadan Ini
Warga Serpong Pilih Gowes ke Palembang untuk Mudik Lebaran
Nvidia Kembali Produksi Chip H200 untuk Pasar China Setelah Dapat Izin Ekspor AS