Dukungan tak cuma soal uang. Airlangga menyoroti bantuan teknis dari negara seperti Inggris dan Irlandia, yang menyumbang studi tentang "Just Framework". Intinya, studi ini memberi peta jalan untuk memastikan transisi energi berjalan inklusif dan memperkuat ketahanan ekonomi. Pemerintah Jepang pun disebut memberikan apresiasi terhadap laporan kemajuan JETP yang sedang diselesaikan.
Menutup paparannya, Airlangga kembali menekankan besarnya angka komitmen tersebut.
Pungkasnya. Tantangannya kini ada di eksekusi.
Sebagai catatan, JETP ini adalah perjanjian besar antara Indonesia dengan IPG yang dipimpin AS dan Jepang untuk mendorong transisi energi bersih. Targetnya ambisius: memajukan pencapaian Net Zero Emissions ke tahun 2050 (dari sebelumnya 2060), mengatur puncak emisi sektor ketenagalistrikan sebelum 2030, dan menaikkan porsi EBT dalam bauran energi menjadi minimal 34 persen pada dekade yang sama.
Intinya, dana segunung ini terutama akan dipakai untuk dua hal besar: mempensiunkan PLTU batu bara lebih cepat dari jadwal, dan membangun infrastruktur energi terbarukan skala besar. Perjalanan masih panjang, tapi setidaknya, pendanaan mulai mengalir.
Artikel Terkait
Sirine Meraung di Malam Gelap, Warga Bekasi Berhamburan Dengar Peringatan Banjir
Shayne Pattynama dan Cinta Pertamanya: Soto Ayam di Hati, Persija di Kaki
Indonesia Pacu Produksi Chip, Andalkan Pasir Silika untuk Jawab Kelangkaan Global
Kolaborasi Tuntaskan Krisis Air Bersih di Kampung Tambat, Merauke