Proyeksi Penjualan Mobil 2025 Dipangkas, Capai Titik Terendah dalam Lima Tahun

- Jumat, 05 Desember 2025 | 06:18 WIB
Proyeksi Penjualan Mobil 2025 Dipangkas, Capai Titik Terendah dalam Lima Tahun

Industri otomotif kita lagi lesu. Tahun 2025 ini, penjualan mobil dan kendaraan roda empat diprediksi bakal jadi yang terendah dalam lima tahun terakhir. Data dari Gaikindo, asosiasi industri kendaraan bermotor, menunjukkan tren yang cukup suram.

Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo, mengonfirmasi hal itu. Proyeksi penjualan untuk tahun ini direvisi turun drastis.

"Proyeksi penjualan tahun 2025 sudah direvisi menjadi 780.000 unit," ujarnya, Rabu (3/12).

Angka itu jauh dari target awal yang dicanangkan. Sebelumnya, asosiasi masih optimis bisa menjual 900 ribu unit. Tapi realitasnya berbeda. Performa penjualan dari Januari hingga Oktober ternyata lebih rendah 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ya, 2024.

Kalau kita mundur sedikit, situasi ini mengingatkan pada masa-masa sulit. Tahun 2020, dihantam pandemi, penjualan mobil anjlok sampai ke angka 532 ribu unit. Bandingkan dengan 2019 yang tembus lebih dari satu juta unit. Sungguh kontras.

Memang ada pemulihan. Di 2021, angka naik jadi 887 ribu unit, didorong program PPnBM DTP. Tren positif berlanjut: 2022 capai 1,01 juta unit, 2023 bertahan di 1,005 juta unit. Tapi tahun lalu, 2024, grafiknya sudah mulai melandai lagi ke 865 ribu unit. Dan sekarang, prediksinya malah lebih rendah.

Lalu, apa penyebabnya? Menurut Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dari ITB, akar masalahnya ada di daya beli.

“Kalau secara umum, pasar otomotif nasional mengalami tekanan berat sepanjang tahun 2025 ini akibat pelemahan daya beli masyarakat, akibat kondisi ekonomi yang menantang menjadi faktor utama yang menekan penjualan barang-barang berharga mahal seperti mobil,” jelas Yannes.

Jadi, sederhananya, kondisi ekonomi yang berat membuat orang berpikir ulang untuk membeli barang mahal seperti mobil. Pasar seperti sedang menahan napas, menunggu angin perubahan yang belum jelas kapan datangnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar