Kereta Tani Resmi Beroperasi, Bantu Distribusi Hasil Bumi di Jalur Merak-Rangkasbitung

- Selasa, 02 Desember 2025 | 05:55 WIB
Kereta Tani Resmi Beroperasi, Bantu Distribusi Hasil Bumi di Jalur Merak-Rangkasbitung

Mulai Senin kemarin, suasana Stasiun Merak dan Rangkasbitung tampak sedikit berbeda. PT KAI Commuter akhirnya meresmikan layanan kereta khusus untuk petani dan pedagang. Rutenya mengikuti Commuter Line Merak, bolak-balik antara Stasiun Merak dan Rangkasbitung.

Menurut Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, setiap rangkaian kereta punya kapasitas 73 tempat duduk. “Ada tujuh perjalanan dari Merak dan tujuh dari Rangkasbitung setiap harinya,” jelasnya. Jadwalnya mengikuti layanan reguler yang sudah ada.

Nah, untuk bisa naik, caranya cukup sederhana. Petani atau pedagang harus mendaftar dulu secara gratis di loket stasiun untuk mendapatkan kartu khusus. Pemesanan tiket bisa dilakukan mulai tujuh hari sebelum keberangkatan. Yang perlu diingat, boarding harus dilakukan dua jam lebih awal.

Kalau masih ada sisa kuota, masyarakat umum pun boleh membeli tiket di hari-H. Harganya tetap terjangkau, cuma Rp3.000 per orang, berkat subsidi PSO dari Kemenhub.

Tapi ada beberapa aturan bawaan barang. Penumpang hanya boleh membawa maksimal dua koli dengan ukuran 100x40x30 cm. Larangannya jelas: hewan ternak, barang berbau menyengat, barang mudah terbakar, dan senjata tajam sama sekali tidak diperbolehkan.

Kehadiran kereta ini diharapkan bisa mempermudah distribusi hasil bumi dan dagangan para pelaku usaha lokal di sepanjang jalur itu. Tanggapan pertama dari penumpang pun terasa hangat. Mereka merasa lebih istimewa karena punya gerbong sendiri, tidak perlu berdesak-desakan dengan komuter biasa.

Pada akhirnya, langkah ini bukan cuma soal transportasi. Ini tentang memberi ruang dan kemudahan bagi roda perekonomian masyarakat kecil yang selama ini mengandalkan jalur rel tersebut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar