Namun begitu, muncul sejumlah tudingan di luar sana. Banyak yang menduga proses seleksi dan pelantikan Uus berlangsung mendadak dan tertutup. Pramono pun membantah keras anggapan semacam itu.
Dijelaskannya, proses seleksi tetap mengikuti mekanisme yang berlaku. Bermula dari sepuluh calon, kemudian dipersempit menjadi tiga nama. Semua dilakukan melalui seleksi terbuka dan sistem manajemen talenta.
Lalu, bagaimana dengan isu lobi-lobi politik? Pramono menampiknya. Ia bahkan mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan: pertemuan pertamanya dengan Uus justru terjadi setelah proses pelantikan.
Dengan langkah ini, Pramono sepertinya ingin mengirim pesan kuat tentang tata kelola yang ia inginkan. Birokrasi yang lincah, dipimpin tangan yang tegas, dan bebas dari kepentingan yang mengganggu. Tantangan untuk Uus Kuswanto tentu tidak ringan. Tapi itulah tugas yang kini ada di pundaknya.
Artikel Terkait
Honda Brio Satya S Kini Hadir dengan Transmisi CVT, Harga Mulai Rp 183,5 Juta
Arus Balik Libur Isra Mikraj Membanjiri Gerbang Tol Cikampek
InJourney Siap Pangkas 4.000 Ton Emisi Karbon dari Bandara hingga Hotel
Dua Karyawan Gugat MK, Persoalkan Pasal KUHAP yang Dinilai Sepihak