"Intinya, mereka bantu banget supaya aku paham dunianya. Alhamdulillah, ketika syuting dimulai, rasa percaya diriku sudah jauh lebih baik. Semua berkat dukungan mereka," tuturnya.
Di sisi lain, apresiasi juga datang dari lawan mainnya. Arief Brata memuji kemampuan adaptasi Marissa.
Menurut Arief, chemistry antar-pemain terjalin dengan cepat berkat suasana kekeluargaan yang dibangun sejak awal. "Lancar sih proses nyatunya. Soalnya semua aktor di sini saling merangkul. Obrolan di backstage sebelum syuting selalu asyik dan cair. Aku yakin, kalau di belakang layar sudah kompak, hasil di depan kamera pasti akan terpengaruh," ujar Arief.
Ia menambahkan, gaya sutradara Aco yang santai dan funky turut menciptakan atmosfer syuting yang menyenangkan. Semua itu, kata dia, mempercepat terjadinya chemistry yang dibutuhkan.
"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Sutradaranya santai banget, nggak kaku. Ya, jadinya semuanya lebih cepat klik," tutup Arief.
Film "Suka Duka Tawa" sendiri rencananya akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 8 Januari 2026. Sebelumnya, film produksi Visinema Pictures ini sempat hadir sebagai film penutup di ajang bergengsi Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20.
Publik sudah bisa mencuri gambaran lewat trailer dan poster perdananya. Poster menampilkan para pemain dengan tawa lebar dan ceria. Tapi jangan terkecoh. Trailer justru menyuguhkan sisi lain yang lebih dalam dan rapuh, terutama dari kehidupan seorang komika perempuan yang diperankan oleh Marissa. Sebuah kontras yang menarik.
Artikel Terkait
Denza B5 Siap Meluncur ke Indonesia, Setir Kanan dan Bahasa Indonesia Sudah Terpasang
Betis Pegal di KL, Pantat Pegal di Jakarta: Belajar dari Toserba Wisata Malaysia
Rp60 Triliun untuk Pulihkan Rumah dan Infrastruktur yang Porak-poranda di Tiga Provinsi Sumatera
Meikarta Siap Jadi Percontohan Rusun Bersubsidi pada 2026