Di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin lalu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkap temuan yang cukup mengejutkan. Berdasarkan analisis citra satelit, setidaknya ada delapan perusahaan yang beroperasi di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Tapanuli Selatan. Aktivitas mereka beragam, mulai dari perkebunan tanaman industri, pertambangan emas, hingga perluasan lahan sawit.
Faisol dengan tegas menyebut kedelapan entitas itu turut memperparah banjir yang baru saja melanda wilayah tersebut.
"Saya mencatat ada 8 entitas di sana," ujarnya.
"Mulai dari perusahaan tanaman industri, kemudian perusahaan tambang emas, kemudian perkembangan sawit."
Menurutnya, data satelit menunjukkan dengan jelas bagaimana aktivitas mereka berkontribusi pada tragedi itu. Banjir yang terjadi bukan sekadar musibah alam biasa, tapi punya latar yang kompleks. Bencana itu, seperti kita tahu, telah merenggut banyak korban jiwa.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran KAI Terjual 2,1 Juta, Masih Tersedia 2,3 Juta Kursi
Istri Gubernur Kaltim Jadi Sorotan Usai Pakai Jam Tangan Rp278 Juta
Imsak di Bekasi Pukul 04.32 WIB, Berikut Jadwal Lengkap Puasa 5 Maret 2026
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran