Isi bantuan yang dikirim cukup beragam, menyesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan. Untuk tahap awal yang ditujukan ke Pelabuhan Krengkuku, misalnya, termasuk tenda, genset, perahu, hingga kebutuhan sehari-hari seperti makanan siap saji, air mineral, beras, minyak goreng, dan wafer. Tak ketinggalan barang-barang khusus seperti pembalut wanita, pampers anak, dan hygiene kit.
Sementara itu, kiriman yang dialokasikan untuk Pelabuhan Kuala Langsa komposisinya hampir serupa, meski dengan jumlah perahu karet yang lebih banyak, yaitu tiga unit.
Di sisi lain, situasi korban bencana masih sangat memprihatinkan. Data terbaru dari BNPB mencatat korban jiwa yang meninggal di tiga provinsi, termasuk Aceh, telah mencapai 316 orang. Angka yang hilang pun masih tinggi, 289 jiwa, tersebar di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Pengiriman bantuan lewat laut ini diharapkan dapat segera meringankan beban warga yang masih bertahan di tengah reruntuhan dan genangan.
Artikel Terkait
Daikin Amankan Sertifikasi SNI Terbaru, Pacu Ekspansi Pasar Domestik
Kadin Bergerak Cepat, Kumpulkan Dana dan Logistik untuk Korban Bencana Aceh-Sumatera
AHY Pimpin Penanganan Darurat Siklon Tropis yang Lumpuhkan Tiga Provinsi
28 Helikopter Diterbangkan untuk Tangani Darurat Bencana di Sumatera