Pemerintah akhirnya mengerahkan puluhan helikopter untuk menangani situasi darurat di Sumatera. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi hal ini lewat unggahan di Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Minggu (30/11/2025).
"Sampai hari ini, 30 November 2025, pemerintah telah mengirimkan 28 helikopter ke lokasi bencana di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara," tulis Teddy.
Armada udara yang diterbangkan itu ternyata gabungan dari berbagai instansi. Ada yang dari TNI Angkatan Udara, Darat, Laut, lalu Kepolisian, ditambah BNPB dan Basarnas. Semuanya dikerahkan untuk dua tugas utama: mendistribusikan bantuan dan mengevakuasi korban yang masih terjebak.
Di sisi lain, upaya modifikasi cuaca juga dilaporkan telah berjalan selama tiga hari berturut-turut. Menurut Teddy, operasi ini berhasil mengurangi curah hujan secara signifikan di seluruh provinsi yang terdampak.
"Sehingga evakuasi dan pengiriman bantuan logistik dari udara dapat dilakukan dengan cepat," ungkapnya lagi.
Ia pun berjanji pemerintah akan menangani semuanya dengan baik dan cepat. Mulai dari evakuasi, pengiriman logistik, sampai perbaikan akses yang rusak.
Sementara itu, data korban dari BNPB sungguh memilukan. Tercatat 316 orang meninggal dunia. Rinciannya, 172 jiwa di Sumatera Utara, 90 jiwa di Sumatera Barat, dan 54 jiwa di Aceh.
Yang masih menghilang jumlahnya juga tidak sedikit. Hingga hari ini, 289 orang dinyatakan hilang. Di Sumatera Utara ada 147 orang, Aceh 55 orang, dan Sumatera Barat 87 orang. Situasinya benar-benar genting.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun