Aliansi Ulama Jabar Kembali Tolak Pembangunan Patung Bung Karno
Bandung – Rencana pembangunan Monumen Patung Bung Karno di Taman GOR Saparua, Bandung, kembali menuai penolakan keras. Kali ini, Aliansi Ulama dan Tokoh Jawa Barat secara resmi menyampaikan keberatan mereka kepada DPRD provinsi.
Audensi berlangsung pada Selasa lalu. Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Acep Jamaludin menerima delegasi para ulama dan tokoh masyarakat. Suasana ruang Bamus DPRD Jabar terlihat cukup tegang.
Menurut Ustaz Asep Syaripudin, yang bertindak sebagai koordinator aliansi, penolakan ini bukan hal baru. Sejak peletakan batu pertama pada Juni 2023, mereka sudah menyuarakan penentangan terhadap patung setinggi 22 meter itu. Rencana pemasangan patung yang semula dijadwalkan Desember 2023 pun akhirnya batal.
“Tapi pekan lalu, kami dapat kabar proyek ini hidup lagi,” ujar Ustaz Asep. Targetnya, pembangunan akan rampung pada Desember 2025, dan peresmiannya dilakukan pada April 2026. Karena itulah, mereka kembali mengambil langkah dengan menyampaikan aspirasi ke DPRD Jabar.
Dari sisi agama, Ustaz Hery Susanto memberikan penjelasan yang cukup gamblang. Ia menyebut tiga landasan utama penolakan mereka. Pertama, doa Nabi Ibrahim dalam QS. Ibrahim ayat 35–36 yang mengingatkan bahaya berhala. Kedua, peringatan dalam sejumlah hadits tentang beratnya azab bagi pembuat patung. Ketiga, risiko maksiat jariyah seperti yang tercantum dalam QS. Al-A’raf ayat 38.
“Patung setinggi itu, di tanah publik, berpotensi menjerumuskan masyarakat ke dalam kesyirikan,” tegasnya.
Artikel Terkait
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina