Secara regional, 76% pelancong bisnis berencana mencampur urusan kerja dengan hiburan. Tren ini mendapat momentum di Indonesia, meski budaya kerja di sini sebelumnya dikenal cukup kaku.
Makanan! Ya, kuliner kini jadi magnet utama. Sebanyak 31% wisatawan Indonesia memilih destinasi karena pengalaman kulinernya, hanya kalah tipis dari alasan relaksasi (33%). Tempat makan yang viral dan cita rasa lokal yang kuat terus memicu minat ini.
Di tingkat Asia, alasan bepergian karena kuliner melesat dari peringkat enam ke tiga besar. Para “foodies” paling bergairah ternyata berasal dari Taiwan, Vietnam, dan Korea Selatan.
Fokus ke Dalam Negeri dan Pertimbangan Budget
Minat jelajah lokal masih tinggi. 57% masyarakat Indonesia berencana jalan-jalan di dalam negeri tahun depan. Posisi ini menempatkan Indonesia di peringkat ketiga Asia untuk preferensi domestik, di bawah Jepang dan Thailand.
Tren serupa terjadi di Asia, di mana 35% wisatawan berencana melakukan lebih banyak perjalanan domestik pada 2026 angka yang melonjak drastis dari 15% di tahun sebelumnya. Tempat-tempat tersembunyi dan destinasi sekunder makin menarik, didorong oleh promo spesial, harga yang lebih bersahabat, dan aktivitas alam yang digemari.
Namun begitu, urusan kantong tetap jadi raja. Sebanyak 63% responden Indonesia mengaku anggaran adalah faktor terpenting dalam merencanakan perjalanan, mengalahkan minat pribadi dan pengaruh media sosial.
Hampir separuh responden (43%) berencana mengalokasikan 6-10% pendapatannya untuk traveling. Saat memilih penginapan, harga adalah prioritas utama bagi 46% orang Indonesia, mengalahkan pertimbangan lokasi dan review.
Dorongan untuk dapat nilai terbaik sangat kuat. Indonesia bahkan masuk tiga besar negara di Asia tepat di bawah Malaysia dan Vietnam yang paling aktif mencari penginapan di bawah 50 dolar AS per malam.
Bagi yang sedang merencanakan petualangan di tahun 2026, Agoda menawarkan beragam pilihan. Mulai dari jutaan akomodasi, ratusan ribu rute penerbangan, hingga aktivitas yang bisa dipesan dalam satu kali transaksi.
Artikel Terkait
Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2025: Volume Naik 9,5%, Nilai Melonjak 29,2%
Iran Luncurkan Gelombang Serangan ke Fasilitas Militer Israel, Korban Jiwa Berjatuhan
BTN Targetkan Pertumbuhan Wealth Management 15% Per Tahun hingga 2026
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Kekhawatiran Pasokan Minyak dan Ancaman Lonjakan Harga