Namun begitu, punya talenta saja tidak cukup. Arif menekankan bahwa persiapan infrastruktur dan suasana yang kondusif mutlak diperlukan. Butuh alat-alat canggih dan lingkungan yang memadai agar para alumni itu tak sekadar pulang, tapi punya ruang untuk mengembangkan riset dan inovasi nasional.
"Sehingga mereka ketika pulang ke Indonesia ini memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi untuk menghasilkan inovasi untuk bangsa kita,"
tuturnya lagi.
Program Sekolah Garuda sendiri bukan program biasa. Dirancang sebagai pendidikan berstandar global, fokusnya jelas: pengembangan STEM. Program ini diharapkan bisa melahirkan generasi muda yang tidak hanya pinter, tapi juga punya karakter dan siap bersaing di kancah internasional. Sebuah langkah awal yang menjanjikan, tentunya.
Artikel Terkait
Bapanas dan Pemprov Papua Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan
Massa Amuk Mobil Toyota Calya yang Nekat Melawan Arus di Gunung Sahari
Presiden Prabowo Sambut Antusiasme Diaspora Indonesia di UEA
Yordania Dukung Rencana Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza