Namun begitu, punya talenta saja tidak cukup. Arif menekankan bahwa persiapan infrastruktur dan suasana yang kondusif mutlak diperlukan. Butuh alat-alat canggih dan lingkungan yang memadai agar para alumni itu tak sekadar pulang, tapi punya ruang untuk mengembangkan riset dan inovasi nasional.
"Sehingga mereka ketika pulang ke Indonesia ini memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi untuk menghasilkan inovasi untuk bangsa kita,"
tuturnya lagi.
Program Sekolah Garuda sendiri bukan program biasa. Dirancang sebagai pendidikan berstandar global, fokusnya jelas: pengembangan STEM. Program ini diharapkan bisa melahirkan generasi muda yang tidak hanya pinter, tapi juga punya karakter dan siap bersaing di kancah internasional. Sebuah langkah awal yang menjanjikan, tentunya.
Artikel Terkait
Kemnaker Tegaskan: Kabar Cairnya BSU 2026 Masih Hoaks, Waspada Penipuan!
Operasi SAR KM Putri Sakinah Ditutup, Satu Korban Warga Spanyol Masih Hilang
BMW Tercoreng Lesunya Pasar AS dan China di Kuartal Akhir 2025
Trump Tawarkan Rp1,68 Miliar per Warga untuk Beli Greenland, Ditolak Tegas