Trucha Soroti Inefektivitas Serangan PSM Usai Takluk Tipis dari Persebaya

- Kamis, 26 Februari 2026 | 08:15 WIB
Trucha Soroti Inefektivitas Serangan PSM Usai Takluk Tipis dari Persebaya

Surabaya malam itu menyaksikan duel sengit di Stadion GBT. Sayangnya bagi PSM Makassar, pertandingan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 itu berakhir pahit. Mereka takluk 1-0 dari Persebaya, dan pelatih Tomas Trucha punya analisis yang gamblang.

“Kami selalu kalah tipis 1-0 atau 2-1. Ini sangat menyakitkan,” ucap Trucha dengan nada kecewa dalam konferensi pers usai laga, Rabu (25/2/2026) malam.

Namun begitu, ia mengingatkan bahwa timnya harus segera bangkit. “Selalu ada pertandingan berikutnya,” tambahnya.

Menurut Trucha, secara taktis anak asuhnya sebenarnya sudah paham betul pola permainan Persebaya. Komposisi pemain lawan pun sudah dianalisis. Tapi semua persiapan itu seolah buyar di lapangan. Yang terjadi justru sebaliknya, PSM gagal memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan sendiri.

“Satu gol yang menentukan. Selamat untuk coach Tavares dan Persebaya,” akunya. “Kami pulang tanpa poin dan harus kembali bekerja di latihan.”

Statistik terakhir memang tak membohongi. Dalam sepuluh laga, PSM cuma sekali menang. Trucha menyoroti hal ini berkaitan dengan efektivitas, atau lebih tepatnya inefektivitas, di lini depan. Melawan Persebaya saja, mereka punya 40 sentuhan di kotak penalti dan melepaskan 12 tembakan. Hasilnya? Nol besar.

“Masalah kami bukan di pertahanan karena kami tidak kebobolan banyak gol,” paparnya. Tantangan sesungguhnya, tegas dia, adalah menciptakan peluang bersih dan yang paling krusial: menyelesaikannya.

Di sisi lain, Trucha mengapresiasi dukungan manajemen yang telah mendatangkan pemain anyar. Kehadiran mereka diharapkan bisa menambah kedalaman skuad, memberikan lebih banyak opsi saat menghadapi absennya pemain kunci.

“Manajemen sudah melakukan segalanya untuk membantu kami. Sekarang, tugas kami adalah mulai meraih poin,” tegasnya.

Kekecewaan tak hanya dirasakan sang pelatih. Pemain PSM, Luka Cumic, juga mengakui timnya tampil di bawah standar, terutama di babak pertama.

“Kami tidak bermain bagus di babak pertama. Butuh lebih banyak energi dan tekanan,” tutur Cumic.

Memasuki babak kedua, situasi sedikit membaik. Mereka mencoba bangkit dan mengejar gol. Tapi usaha itu sudah terlambat. “Kami harus memberikan 100 persen di pertandingan berikutnya,” pungkasnya, menutup pembicaraan dengan tekad yang masih harus dibuktikan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar