Lalu, apa dampaknya bagi negara? Jelas sangat signifikan. Dengan produksi yang menyentuh 43 ton per tahun, kontribusi Freeport terhadap penerimaan negara diproyeksikan bisa mencapai lebih dari USD 6 miliar atau setara dengan Rp 100 triliun setiap tahunnya. Angka fantastis ini akan bersumber dari berbagai pos, mulai dari dividen, pajak, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"Dengan asumsi harga komoditas tetap tinggi, pendapatan negara pada 2028–2029 diproyeksikan bisa melebihi USD6 miliar per tahun atau hampir Rp100 triliun,"
tegas Tony.
Hal lain yang patut dicatat, Freeport ternyata sudah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Kerja sama ini akan menyerap produksi emas Freeport sebanyak 30 ton per tahun. Namun, ambisi Tony sebenarnya lebih dari itu.
"Kami memang lebih senang jika produk emas kami itu bisa 100 persen dijual ke PT Antam,"
kata dia, menyiratkan harapan agar seluruh produksi emas perusahaan bisa diserap oleh BUMN tersebut di masa depan.
Nia Deviyana
Artikel Terkait
Operasi SAR KM Putri Sakinah Ditutup, Satu Korban Warga Spanyol Masih Hilang
BMW Tercoreng Lesunya Pasar AS dan China di Kuartal Akhir 2025
Trump Tawarkan Rp1,68 Miliar per Warga untuk Beli Greenland, Ditolak Tegas
Gus Yaqut Ditahan KPK, Kooperatif Hadapi Kasus Kuota Haji