Pembangunan pabrik BYD di Indonesia ternyata masih berjalan sesuai rencana. Lokasinya di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat, dan ditargetkan selesai paling lambat akhir tahun ini. Kalau semua lancar, fasilitas produksi ini baru akan beroperasi penuh di tahun 2026.
Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations BYD Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan. Ia bilang, pembangunan pabrik ini bukti keseriusan investasi BYD di sini. Mereka nggak mau main-main, sudah gelontorkan dana besar dan ingin fasilitasnya cepat berfungsi.
Ujar Luther saat ditemui di Pantai Indah Kapuk, Minggu (23/11/2025).
Namun begitu, prosesnya nggak sepenuhnya mulus. Saat ini, mereka sedang melalui tahap penting yang berkaitan dengan sertifikasi dan prosedur dari berbagai kementerian. Hal-hal seperti jaminan kualitas dan sistem di Indonesia, kata Luther, berada di luar kendali mereka.
tambahnya.
Meski ada tantangan birokrasi, ia memastikan semuanya masih on track. BYD optimis pabrik bisa mulai dimanfaatkan pada kuartal pertama 2026, asalkan semua persyaratan administratif sudah beres.
tegas Luther.
Dengan angka penjualan yang terus meroket, saat ini sudah menyentuh sekitar 10 ribu unit per bulan, kapasitas pabrik yang direncanakan sebesar 150 ribu unit per tahun dinilai sudah cukup pas. Fasilitas ini diharapkan jadi tulang punggung ekspansi BYD di Indonesia ke depannya.
ucapnya.
Nah, soal model pertama yang bakal diproduksi lokal, BYD masih mengkaji. Strateginya sih sederhana: prioritaskan model yang punya volume penjualan tertinggi.
Artikel Terkait
Suzuki S-Presso Berubah Jadi Mini Jimny, Pedagang Bali Pasang Harga Rp 188 Juta
David da Silva Siap Tinggalkan Nostalgia, Bawa Malut United Serang Markas Persebaya
Ekonom UI: Defisit APBN 2025 Masih Aman, Bukan Sinyal Krisis
KPK Beberkan Pengembalian Rp 100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji