LPS Beberkan Data Mengejutkan: 50 Juta Warga Indonesia Masih Nir-Rekening

- Sabtu, 22 November 2025 | 19:20 WIB
LPS Beberkan Data Mengejutkan: 50 Juta Warga Indonesia Masih Nir-Rekening
50 Juta Penduduk Indonesia Belum Punya Rekening Bank

Pemerintah punya target ambisius: seluruh warga Indonesia punya rekening tunggal. Tujuannya, untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus mempermudah penyaluran program bantuan ekonomi. Tapi, di lapangan, tantangannya ternyata masih besar banget.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) baru aja merilis data yang cukup mencengangkan. Tercatat, sekitar 50 juta penduduk Indonesia ternyata belum memiliki rekening bank sama sekali.

“Saat ini terdapat sekitar 50 juta penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening,” ungkap Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu.

Dia menekankan bahwa memiliki rekening itu bukan cuma sekadar simpan uang. Itu adalah pintu gerbang utama bagi masyarakat untuk bisa mengakses layanan keuangan formal. Tanpa itu, ya, mereka bakal terus terpinggirkan.

Nah, kalau kita lihat persebarannya, angka ketimpangan ini cukup jelas. Wilayah Kalimantan mencatat tingkat penduduk tanpa rekening tertinggi, yaitu 25,55 persen. Disusul kemudian oleh kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua yang angkanya mencapai 23,47 persen.

Di sisi lain, Bali dan Nusa Tenggara justru punya cerita berbeda. Wilayah ini mencatatkan diri sebagai yang terbaik dengan porsi penduduk tanpa rekening hanya 14,30 persen. Sementara itu, Sumatera dan Jawa berada di posisi menengah dengan angka sekitar 19 persenan.

Yang menarik, data ini juga mengungkap fakta tentang kelompok usia. Ternyata, anak-anak dan remaja usia 5-14 tahun menyumbang porsi terbesar, yakni 76,3 persen dari total penduduk tanpa rekening. Kelompok usia 15-24 tahun menyusul di belakang dengan 15,6 persen.

Kondisi ini, menurut Anggito, menunjukkan satu hal yang jelas: perlunya akselerasi dan peningkatan literasi keuangan sejak dini.

“Banyak (masyarakat) yang masih kurang literasi (keuangan), sehingga masyarakat perlu memahami cara menyimpan dan mengelola uang sejak dini," tegasnya.

Dia lalu menjelaskan lebih lanjut. Rekening pribadi itu bukan cuma urusan nabung. Itu adalah tulang punggung untuk meningkatkan transaksi dan menggerakkan roda ekonomi secara keseluruhan. Bayangin aja, segala kegiatan usaha dan sosial bisa diakses dengan mudah lewat rekening.

“Itu target dari Bapak Presiden, untuk seluruh penduduk Indonesia memiliki rekening pribadi,” pungkas Anggito menegaskan komitmen pemerintah.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar