Veloz Hybrid ini akan diproduksi di fasilitas TMMIN, yang selama ini jadi tulang punggung ekspor Toyota baik dalam bentuk CBU maupun komponen. Kehadirannya melengkapi portofolio ekspor yang sebelumnya sudah diisi oleh Innova Zenix dan Yaris Cross. Semuanya hybrid.
Pencapaian TMMIN sebenarnya sudah cukup mentereng. Bulan lalu saja, mereka berhasil menembus angka 3 juta unit ekspor kendaraan utuh (CBU) yang dikirim ke lebih dari 100 negara. Sebuah pencapaian yang tidak main-main.
Konsistensi TMMIN dalam menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor global sudah berlangsung sejak 1987. Kala itu, Kijang generasi ketiga menjadi produk pertama yang dikirim ke Brunei Darussalam. Kini, setelah puluhan tahun, mereka tak cuma ekspor mobil konvensional, tapi juga kendaraan elektrifikasi, termasuk Veloz Hybrid nantinya.
Fakta di lapangan menunjukkan, meski penjualan mobil domestik sedang lesu, Toyota tetap bisa menjaga utilisasi produksinya hingga 90%. Kuncinya? Ekspor. Aktivitas ekspor inilah yang menjadi penyelamat.
Artikel Terkait
Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Jalan Terputus di Aceh dan Sumut Mulai Dibuka
Harga Emas Antam Melonjak Rp7.000, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram
Komedi Mens Rea Pandji Pragiwaksono Berujung Laporan Pencemaran Nama Baik dan Penistaan Agama
Bauran Energi Hijau Indonesia Sentuh 15,75 Persen di 2025