Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 akhirnya resmi dibuka. Suasana di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (21/11/2025) itu pun langsung ramai. Pameran otomotif besar ini diharapkan jadi motor penggerak penjualan kendaraan di penghujung tahun.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, secara khusus mengapresiasi Permata Bank sebagai sponsor utama. Bank tersebut menghadirkan program dan penawaran pembiayaan khusus bagi para pengunjung pameran.
"Kami berharap berbagai program tersebut akan menciptakan momentum penjualan yang masif sekaligus menjadi pendorong penting bagi pencapaian industri otomotif nasional menjelang tutup tahun 2025," ujar Putu.
Dukungan semacam ini, menurutnya, bisa benar-benar menumbuhkan momentum penjualan yang signifikan pada periode akhir tahun.
Di sisi lain, pandangan positif juga datang dari pemerintah. Setia Diarta, Dirjen ILMATE Kemenperin, menilai GJAW adalah platform strategis untuk mempromosikan produk otomotif dalam negeri. Dia berharap pameran ini bisa memacu kinerja industri yang terus menunjukkan tren positif.
Setia kemudian memaparkan betapa sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian kita. Data BPS kuartal-III 2025 menunjukkan Industri Pengolahan Nonmigas (IPNM) tumbuh 5,58 persen secara tahunan. Angka ini ternyata lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,04 persen.
"Lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,04 persen. Sektor IPNM menjadi penyumbang sumber pertumbuhan terbesar terhadap ekonomi yaitu sebesar 1,04 persen," jelasnya.
Kontribusinya terhadap PDB nasional pun tidak main-main, mencapai 17,39 persen dan meningkat dari kuartal sebelumnya. Yang tak kalah penting, sektor ini menyerap tenaga kerja hingga 20,31 juta orang, atau sekitar 13 persen dari total tenaga kerja nasional. Sungguh angka yang fantastis.
Dari sisi investasi, sumbangan sektor ini mencapai 37,73 persen terhadap total investasi nasional. Untuk ekspor, kontribusinya bahkan lebih dahsyat lagi, menyentuh 81 persen dari total ekspor nasional. Sementara itu, tingkat utilisasi industrinya berada di angka 59,28 persen.
"Angka ini menunjukkan masih besarnya ruang ekspansi manufaktur nasional untuk mengoptimalkan kapasitas produksinya," katanya menambahkan.
Optimisme ini semakin kuat jika melihat indeks kepercayaan industri (IKI) bulan Oktober 2025 yang berada di angka 53,5. PMI manufaktur Indonesia juga di atas 50, tepatnya 51,2, yang menandakan ekspansi. Semua data ini seolah mengonfirmasi bahwa industri masih punya tenaga untuk terus melaju.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Menteri Perindustrian Soroti Kontribusi Ekonomi dan Keberlanjutan Industri AMDK
Timnas Indonesia U-17 Hadapi Vietnam dengan Syarat Mutlak Menang 1-0 untuk Lolos ke Semifinal
Timnas Indonesia U-17 Hadapi Laga Penentu Lolos ke Semifinal Piala AFF
Ronaldo Puji Atmosfer SUGBK Usai Barcelona Legends Bantai Timnya 3-0