Mereka yang mengungsi sekarang menempati berbagai tempat mulai dari kantor desa, kantor kecamatan, sampai beberapa sekolah di wilayah Candipuro dan Pronojiwo. Sementara itu, bagi yang rumahnya masih bisa diselamatkan, mereka berusaha mengangkut barang-barang berharga yang tersisa.
Di sisi lain, pemandangan dramatis terlihat di jalur aliran lahar Sungai Leprak, tepat di bawah Jembatan Besuk Kobokan. Tumpukan material lava panas memenuhi aliran sungai, membentuk hamparan abu dan batu yang masih menguap.
Namun begitu, kondisi berbahaya ini justru mengundang rasa penasaran sejumlah warga. Banyak yang mendekat untuk melihat langsung, meski petugas sudah berulang kali mengimbau agar menjauh. Material vulkanik itu masih panas dan labil, kata mereka, dan bisa menimbulkan bahaya baru kapan saja.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran KAI Terjual 2,1 Juta, Masih Tersedia 2,3 Juta Kursi
Istri Gubernur Kaltim Jadi Sorotan Usai Pakai Jam Tangan Rp278 Juta
Imsak di Bekasi Pukul 04.32 WIB, Berikut Jadwal Lengkap Puasa 5 Maret 2026
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran