Revitalisasi Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta Capai Tahap Akhir
Proyek senilai Rp1,3 triliun mulai beroperasi bertahap, tingkatkan kapasitas hingga 167%
Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengumumkan progres signifikan dalam proyek Revitalisasi Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Proyek strategis nasional ini telah memasuki fase akhir implementasi dan mulai dioperasikan secara bertahap kepada publik.
FAKTA PROYEK REVITALISASI TERMINAL 1C
- Nilai Investasi: Rp1,3 triliun
- Periode Pelaksanaan: 18 Februari 2019 - 30 April 2025
- Luas Area Layanan: 68.168 m² (dari sebelumnya 48.212 m²)
- Kapasitas Penumpang: Meningkat dari 3 juta menjadi 8 juta per tahun
- Kapasitas Total Terminal 1: Naik dari 9 juta menjadi 24 juta penumpang/tahun
Dalam keterangan resminya, Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo menekankan bahwa revitalisasi ini membawa transformasi menyeluruh bagi pengalaman penumpang dan efisiensi operasional bandara.
"PTPP melakukan pembaruan menyeluruh melalui beautifikasi bangunan, modernisasi interior, serta aktivasi kembali sistem utilitas dan peralatan utama. Terminal 1C kini tampil lebih luas, modern, efisien, dan siap melayani lonjakan kebutuhan transportasi udara nasional," tegas Joko Raharjo.
Tantangan Revitalisasi Bangunan Heritage
Proyek revitalisasi Terminal 1C menghadapi kompleksitas teknis yang signifikan. Pekerjaan dilakukan pada struktur bangunan yang telah berdiri lebih dari empat dekade, membutuhkan pendekatan khusus yang memadukan preservasi karakter heritage dengan pemenuhan standar bandara modern.
POIN PENTING: Seluruh proses revitalisasi dilakukan tanpa mengganggu operasional layanan bandara yang tetap berjalan normal, sambil memastikan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan penerbangan yang berlaku.
Keberhasilan penyelesaian tahap akhir revitalisasi ini memiliki timing yang strategis, bertepatan dengan periode puncak mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Dengan kapasitas yang bertambah signifikan dan fasilitas yang dimodernisasi, Terminal 1C diproyeksikan mampu mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang selama musim liburan.
Dampak Transformasi Jangka Panjang
Revitalisasi Terminal 1C tidak hanya sekadar perluasan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari strategi komprehensif pengembangan Bandara Soekarno-Hatta sebagai hub penerbangan internasional. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan bagi jutaan penumpang yang melintasi bandara tersibuk di Indonesia tersebut.
Dengan penyelesaian proyek ini, Bandara Soekarno-Hatta semakin memperkuat posisinya sebagai gerbang utama konektivitas udara nasional dan internasional, sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi yang berkelas dunia.
Artikel Terkait
Geng Motor Bobol Portal JLNT Casablanca untuk Buat Konten, Polisi Selidiki
Keluarga Korban Minta Pendampingan KPAI Usut Kematian Nizam
5 Spot Takjil Favorit Warga Bandung Saat Ramadan
Real Belanja Pemerintah Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Tumbuh 25,7%